16 September 2019

PM Prancis Minta Rusia Hentikan Serangan Membabi Buta Kamp Warga Sipil

Konfrontasi - Perdana Menteri (PM) Prancis Manuel Valls meminta Rusia untuk berhenti membombardir warga sipil di Suriah. Ditegaskannya, hal ini penting untuk mencapai perdamaian di negeri konflik tersebut.

"Prancis menghormati Rusia dan kepentingannya ... Namun kita tahu bahwa untuk menemukan jalan menuju perdamaian kembali, bombardir Rusia terhadap warga sipil harus dihentikan," ujar Valls seperti dilansir kantor berita Reuters, Sabtu (13/2/2016).

Hal tersebut disampaikan Valls dalam pidatonya di konferensi keamanan yang digelar di kota Munich, Jerman. 

Rusia memulai operasi udaranya di Suriah pada 30 September 2015 lalu guna mendukung sekutunya, Presiden Bashar al-Assad. Moskow mengklaim serangan-serangan udaranya dilancarkan untuk menargetkan ISIS dan kelompok-kelompok teroris lainnya.

Namun kelompok oposisi dan warga Suriah menyatakan, serangan udara Rusia itu telah merenggut nyawa banyak warga sipil di daerah-daerah sipil yang jauh dari garis depan pertempuran. 

Bahkan menurut kelompok pemantau HAM Suriah, Syrian Observatory for Human Rights pada Januari lalu, hampir 1.400 warga sipil Suriah dilaporkan tewas sejak Rusia memulai kampanye udaranya. Menurut Observatory, serangan-serangan udara Rusia juga telah menewaskan setidaknya 965 militan ISIS serta 1.233 petempur dari berbagai kelompok pemberontak. (dtk/mg)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...
Senin, 16 Sep 2019 - 20:09
Senin, 16 Sep 2019 - 20:05
Senin, 16 Sep 2019 - 19:59
Senin, 16 Sep 2019 - 19:57
Senin, 16 Sep 2019 - 19:53
Senin, 16 Sep 2019 - 19:46
Senin, 16 Sep 2019 - 19:44
Senin, 16 Sep 2019 - 19:41
Senin, 16 Sep 2019 - 19:39
Senin, 16 Sep 2019 - 19:37
Senin, 16 Sep 2019 - 19:35
Senin, 16 Sep 2019 - 19:32