25 August 2019

PM Inggris Sebut ISIS Monster

KONFRONTASI - Perdana Menteri Inggris David Cameron berang setelah seorang warga negaranya yang bekerja untuk sebuah lembaga bantuan menjadi korban eksekusi kelompok militan ISIS dalam video terbaru yang dirilis akhir pekan lalu. 

"Fakta bahwa seorang pekerja bantuan diculik, ditahan, dan dibunuh secara brutal di tangan ISIS meringkas apa yang organisasi ini tegakkan," kata Cameron pada Minggu (14/9). 

Ia menggarisbawahi, kelompok militan yang menggaungkan diri untuk mendirikan kekhalifahan di wilayah Irak dan Suriah itu sejatinya bukanlah Muslim ataupun bagian dari Islam. 

"Mereka membanggakan kebrutalan mereka, mereka mengklaim melakukan hal ini atas nama Islam, itu omong kosong. Islam adalah agama damai. Mereka bukanlah Muslim, mereka monster," sambungnya. 

Pernyataan Cameron itu dikeluarkan beberapa jam setelah video yang menunjukkan eksekusi pekerja bantuan Inggris bernama David Haines dirilis oleh ISIS. Dalam video ditunjukkan, sebelum kematiannya, Haines membaca sebuah pernyataan tertulis yang menyebut bahwa Cameron sepenuhnya bertanggungjawab atas pembunuhan yang akan datang. 

"Anda memasukkan secara sukarela ke dalam koalisi dengan Amerika Serikat terhadap Negara Islam (ISIS), sama seperti yang dilakukan pendahulu anda, Tony Blair. Anda mengikuti tren di antara Perdana Menteri Inggris yang tidak dapat menemukan keberanian untuk mengatakan tidak kepada Amerika," kata Haines. 

Sementara itu Cameron memastikan bahwa koalisi yang dijalin Inggris dengan Amerika Serikat dilakukan untuk menghancurkan ISIS yang dinilainya telah menjadi ancaman global. 

"Kami tidak akan melakukannya sendiri, melainkan bekerja sama dengan sekutu kami, bukan hanya Amerika Serikat dan Eropa, tapi juga dikawasan yang terkena ancaman, Timur Tengah," ucap Cameron dikabarkan Associated Press.

Diketahui, pekerja bantuan berusia 44 tahun itu diculik ketika menjalankan tugasnya di Suriah pada tahun 2013 lalu. 

Setelah tidak diketahui keberadaannya, Haines muncul dalam video eksekusi ISIS terbaru. Video itu tak jauh berbeda dengen video-video sebelumnya yang dirilis ISIS, seperti eksekusi wartawan Amerika Serikat james Foley dan Steven Sotloff.[ian/rm]

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...