22 November 2017

Pentagon akan Gelar Uji Coba Besar-besaran untuk Tembak Rudal Korut

KONFRONTASI-Uji coba besar-besaran akan dilakukan Pentagon untuk menembak jatuh rudal-rudal Korea Utara (Korut). Uji coba  ini akan digelar Amerika Serikat (AS) pada Mei mendatang, di perairan Pasifik.

Dituturkan sejumlah pejabat pertahanan AS, seperti dilansir CNN, Rabu (19/4/2017), uji coba yang dijadwalkan sejak lama ini sebenarnya merupakan bagian dari program pertahanan rudal balistik militer AS dalam menghadapi ancaman Korut maupun Iran. Namun untuk saat ini, tujuan utamanya adalah memastikan AS bisa mempertahankan diri melawan ancaman Korut. 

Salah satu aksi yang akan dilakukan adalah menguji coba tembakan Rudal Standar yang telah dikembangkan, dari sebuah kapal Angkatan Laut AS. Uji coba itu akan dilakukan di perairan Pasifik, karena di lokasi itu jangkauan tembakan bisa diakomodasi secara besar. 

Rudal yang telah dikembangkan itu pernah diuji coba sebelumnya. Namun versi baru ini memiliki tenaga pendorong dan hulu ledak yang ditingkatkan. Itu berarti rudal ini bisa ditembakkan dari jarak yang lebih jauh dan memiliki kemungkinan lebih besar untuk mengenai rudal lain yang mendekat. 

Program ini dikembangkan bersama Jepang dan bertujuan untuk menembak jatuh rudal jarak menengah Korut yang mengancam sekutu AS itu. 

Uji coba penting lainnya di perairan Pasifik akan menguji kemampuan AS dalam menembak jatuh rudal balistik antarbenua milik Korut di masa mendatang. Rudal balistik antarbenua atau ICBM, yang bisa membawa nuklir, dianggap akan mengancam daratan utama AS. 

Uji coba itu akan melibatkan rudal pencegat yang ditembakkan dari daratan. Rudal itu memiliki jangkauan jarak jauh dan berbasis di Alaska juga California, AS. Ditegaskan Pentagon atau Departemen Pertahanan AS bahwa program ini sudah berlangsung selama satu dekade terakhir, namun hanya separuh uji coba yang berhasil.

Dalam uji coba terbaru nantinya, rudal pencegat ini akan ditembakkan dari Pangkalan Udara Vandenberg di California dan berusaha mencegat rudal simulasi di Pasifik.

Terlepas dari itu, Dewan Keamanan Nasional AS atau NSC terus mengkaji berbagai opsi untuk Korut. Pentagon telah mempertimbangkan opsi militer untuk Korut selama lebih dari sebulan terakhir, sebagai persiapan jika Gedung Putih atau Presiden AS Donald Trump memutuskan untuk mengambil langkah itu. Analisis dilakukan untuk memperkirakan reaksi Korut secara militer jika AS mengambil langkah militer.

Kendati demikian, NSC juga tengah mengkaji opsi diplomatik dan ekonomi untuk menangani persoalan nuklir Korut.[mr/dtk/cnn]

Category: 

SCROLL KE BAWAH UNTUK MEMBACA BERITA LAINNYA


loading...

Related Terms



loading...

Baca juga


Loading...