26 April 2018

Pemberontrak pro-Rusia "Rusak" Gencatan Senjata

Konfrontasi - Serangan dari para pemberontak pro-Rusi dan Rusia menjadi biang keladi yang dituduhkan pihak Ukraina, setelah rencana gencatan senjata yang berlaku selama tiga hari dirusak oleh serangan senjata otomatis dan granat berpeluncur roket "terbang" ke satu kota dan melibatkan pertempuran sengit denga tentara Ukraina.

"Harapan-harapan dunia bagi perdamaian rusak," kata Valeriy Chaly, Deputi Kepala Administrasi Kepresidenen Ukraina, dalam jumpa pers di Kiev, Selasa (17/2).

"Rusia dan DNR (para pemberontak dari Republik Donetsk yang memisahkan diri) tidak menghormati perjanjian itu dengan menenggelamkan gencatan senjata yang membuat situasi makin bertambah tidak kondusif." Tambah Chaly.

Pertempuran sengit itu berkecamuk di jalan-jalan Debaltseve, satu pusat jalan kereta api strategis antara Donetsk dan Lugansk, kota-kota utama yang dikuasai pemberontak, menurut para pejabat Kiev dan pemberontak pro-Rusia.

"Pertempuran-pertempuran di jalan raya terus berlanjut dan para pemberontak menyerang kota itu dalam juml;ah yang besar dengan dukungan dari artileri dan persenjataan berat," kata Kementerian Pertahanan Ukraina dalam satu pernyataan.

"Bagian dari kota itu telah direbut oleh para bandit." Seorang juru bicara pertahanan, Anatoliy Stelmakh, kepada kantor berita AFP bahwa "beberapa unit (tentara) dikepung" dan beberapa tentara ditangkap tetapi tidak memberikan angkanya.

Para pemberontak dalam pernyataannya yang dikutip kantor-kantor berita berbahasa Rusia mengatakan para pejuangnya bergerak cepat dari utara dan timur Debaltseve dan telah menguasai stasiun kereta api yang vital. Para pemberontak mengklaim sudah banyak dari prajurit Ukraina gugur dan dijadikan tawanan.

Sekitar 80 persen dari kota itu sekarang sudah berada di tangan para separatis, kata "Menteri Pertahanan" Republik Donetsk Vladimir Kononov, kepada media LifeNews.

Para pejabat Ukraina membantah klaim pemberontak, tapi membenarkan bahwa para tentara yang sedang dalam konvoi pemasokan telah ditangkap. Mereka sebelumnya mengatakan 10 prajurit telah gugur sejak dimulainya gencatan senjata pada tiga hari lalu, beberapa di antaranya berada di dalam atau sekitar Debaltseve.

Rusia dan pemberontak mengklaim sebanyak 8.000 prajurit Ukraina sudah terkepung di kota stratgeis tersebut dan sekitar 5.000 warga sipil juga terperangkap di sana dan mereka dikhawatirkan kekurangan pangan atau air. (mg/knfr)

Category: 
loading...

Related Terms