24 August 2019

Pelaku Penembakan Oregon Miliki 13 Senapan

KONFRONTASI -  Pria bersenjata yang membunuh sembilan orang dalam penembakan di sebuah kampus di Oregon memiliki 13 senjata, kata agen federal AS.

Dengan berpakaian jaket anti peluru, Chris Harper Mercer membawa enam senapan ke Umpqua Community College di Roseburg dan melancarkan tembakan pada Kamis pagi.

Dia tewas oleh polisi dalam sebuah baku tembak dan sementara tujuh senjata lain ditemukan di kediamannya. Seluruh senjata miliknya ilegal.

Polisi telah merilis nama-nama korban, yang berusia antara 18 sampai 67 tahun. Yang tertua adalah seorang guru.

Para korban selamat dan saksi mata telah menceritakan pengalaman mereka dalam peristiwa penembakan tersebut.

Mahasiswa kesehatan Sharon Kirkham mengatakan kepada BBC bahwa temannya Kim tewas dalam dekapannya setelah ditembak selama tiga kali.

"Saya mendengar dia menghembuskan napas, tetapi saya tidak dapat menyelamatkan dia," jelas dia.

Perketat kepemilikan senjata

Presiden Obama mengulangi pernyataan kemarahannya terhadap kekerasan bersenjata dalam konferensi pers pada Jumat lalu, dan menyerukan kepada publik untuk menekan politisi mereka untuk mendukung perubahan (aturan kepemilikan senjata agar diperketat).

Image copyright Reuters

Image caption Doa bersama untuk para korban penembakan di Oregon.

Obama mengatakan NRA ( National Rifle Association/ Asosiasi Senapan Nasional) "efektif tetapi tidak mewakili masyarakat AS".

Sejumlah pihak menentang usulan Obama untuk mengatur kepemilikan senjata di AS.

Mercer masuk ketentaraan pada 2008, tetapi diberhentikan kurang dari satu bulan mengikuti pelatihan dasar, untuk alasan yang tidak diketahui.

Alasan Mercer untuk melakukan pembunuhan pun tidak diketahui. Dua orang korban menyatakan masalah agama melatarbelakangi penembakan - pria bersenjata itu sempat meminta korban untuk menyebutkan agama mereka dan menembak yang Kristen.

Ayahnya, Ian Mercer, mengatakan "dia sama terkejutnya dengan semua orang" terhadap aksi anaknya.

Dalam profil onlinenya, pria bersenjata ini menyebutkan hobinya termasuk internet dan "membunuh zombie", dan menggambarkan sikap politiknya sebagai "konservatif, republikan", dan mengatakan dia beragama tetapi bukan orang yang religius.

Dalam profil di sosial medianya dia juga menunjukkan ketertarikan dalam penembakan massal lainnya.

"Semakin banyak Anda membunuh orang, maka semakin banyak Anda jadi pusat perhatian," kata dia merujuk kepada Vester Flanagan, yang menembak dua jurnalis dalam acara siaran langsung di televisi di Virginia pada Agustus lalu.   (Juft/BBC)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...