28 February 2020

Pejabat Inggris Serang Donald Trump di Twitter: Page 2 of 2

Di Twitter, dia juga menyarankan Downing Street 10 membatalkan undangan untuk Trump yang disampaikan May saat melawat ke Gedung Putih pada Januari lalu.

Rudd menegaskan bahwa tindakan Trump yang mengunggah ulang tiga video kontroversial tersebut sama sekali tidak bisa dibenarkan. Namun, mengenai usul untuk membatalkan undangan, dia menyatakan bahwa undangan yang dikirim dan dijawab tidak bisa dicabut.

’’Saya harap Presiden Trump mau mendengarkan keberatan PM May nanti,’’ kata Rudd. May bakal menanggapi polemik itu dari Jordania.

Dalam rapat dengan parlemen di ibu kota, Rudd menanggapi saran yang diajukan Peter Bone. Politikus konservatif tersebut mendesak May agar memberitahukan kepada Trump untuk menghapus akun Twitter-nya.

Rudd berjanji mengangkat wacana itu dalam pertemuan dengan May. ’’Saya yakin sebagian besar di antara kami punya pendapat yang sama,’’ ujarnya.

Satu-satunya politikus Inggris yang bangga dengan sikap Trump adalah Fransen. Perempuan yang bulan lalu terbukti melakukan kekerasan terhadap seorang muslimah tersebut menyambut baik penayangan ulang tiga video itu kepada sekitar 43,6 juta follower sang presiden.

Polemik yang bisa membuat hubungan Inggris dan AS retak tersebut bersumber pada tiga video. Pada video pertama, tampak seorang muslim yang diklaim sebagai imigran menyerang pemuda Belanda yang memakai kruk. Lewat video itu, Britain First dan Trump berusaha menyajikan bukti tentang kejahatan dan ancaman bahaya dari para pengungsi.

Namun, tak lama setelah video tersebut tersebar luas, Dutch Public Prosecution Service meluruskan keterangan tentang imigran muslim.

’’Fakta adalah sesuatu yang penting. Pelaku dalam video itu lahir dan besar di Belanda. Dia bukan imigran. Kini dia menjalani hukuman sesuai dengan aturan yang berlaku di Belanda untuk warganya,’’ demikian keterangan Kedutaan Besar Belanda di Kota Washington.

Pada video kedua, terlihat seorang pria yang merusak patung Bunda Maria. Video yang beredar di YouTube sejak 2013 tersebut disebut-sebut berlokasi di Syria.

Selanjutnya, video ketiga dicuplik dari kerusuhan di Mesir pasca pelengseran Muhammad Mursi pada 2013. Di situ terlihat seorang pria didorong dari atap gedung di Kota Alexandria. Pelakunya lagi-lagi diklaim sebagai seorang muslim. (jp/mg)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...