24 August 2019

PBB Minta Dunia Hormati Hak Perempuan Terkait Virus Zika

Konfrontasi - Komisaris Tinggi HAM PBB, Zeid Ra'ad Al Hussein, mengatakan, pihaknya menghormati hak asasi perempuan dan memberikan mereka akses ke layanan kesehatan reproduksi, karena dinilai sangat penting dalam memerangi virus Zika. Virus ini diduga terkait dengan meningkatnya cacat lahir di Amerika Latin.

Dilansir laman VOA, para ilmuwan mencoba untuk meneliti apakah ada hubungan yang pasti antara wabah virus Zika di Brasil dengan lebih dari 4.500 kasus mikrosefali, yang menyebabkan bayi lahir dengan kondisi kepala abnormal (kecil) dan kerusakan otak.

"Beberapa pemerintah negara meminta perempuan untuk menunda kehamilan, tetapi tidak menyediakan mereka dengan alat untuk mengontrol atau mencegah kehamilan yang tidak diinginkan," kata Hussein.

Juru bicara komisaris tinggi, Cecile Pouilly, mengatakan, perempuan remaja dan dewasa menghadapi situasi yang sangat sulit di negara-negara terjangkit virus Zika. Karena, pemerintah setempat memberlakukan peraturan ketat mengenai hak reproduksi perempuan.

"Dalam situasi di mana kekerasan seksual merajalela dan layanan kesehatan seksual dan reproduksi tidak tersedia, upaya untuk menghentikan krisis ini tidak akan menjadi lebih baik dengan hanya menempatkan fokus untuk memberi nasihat kepada perempuan agar tidak hamil," kata Pouilly. (vv/mg)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...