16 December 2017

PBB Khawatir dengan Penyebaran HIV di Mesir

KONFRONTASI-Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) menyuarakan kekhawatiran akan penyebaran HIV di Mesir.

Pasalnya, jumlah kasus baru tumbuh hingga 40% per tahun, dan upaya untuk memerangi epidemi terhambat oleh stigma sosial serta kurangnya dana untuk mengatasi krisis tersebut.

"Virus yang menyebabkan AIDS itu menginfeksi lebih banyak remaja dibanding kelompok usia lainnya," kata Ahmed Khamis dari Badan AIDS PBB (UNAIDS), Senin (4/12).

Mesir, yang menampung sekitar 95 juta orang, hanya berada di belakang Iran, Sudan dan Somalia di Timur Tengah karena tingkat epidemi ini menyebar. Menurut angka PBB di Mesir, pasien sering di penjara dengan tuduhan palsu dan dikucilkan oleh masyarakat.

Penyakit ini terkait dengan homoseksualitas, yang tidak secara eksplisit ilegal, namun secara luas dipandang sebagai pelanggaran terhadap agama dan alam di negara berpenduduk mayoritas Muslim yang konservatif.

"Ada kenaikan 25%-30% dalam insiden setiap tahun. Ini mengkhawatirkan kami karena pertumbuhan epidemi dan penghentian perhatian dari donor dalam pendanaan," ujar Khamis.

Perkiraan jumlah orang yang hidup dengan HIV di Mesir berbeda-beda. UNAIDS mengatakan ada lebih dari 11.000 kasus, sementara Kementerian Kesehatan negara tersebut memperkirakan jumlahnya sekitar 7.000 orang.

"Baru-baru ini kami telah melihat orang-orang dari kelompok usia jauh lebih muda yang terinfeksi virus ini. Ada risiko yang lebih tinggi sekarang untuk remaja dan remaja daripada di masa lalu," imbuh Khamis.

Lebih lanjut ia mengatakan, "Kami tidak memiliki jumlah pasti, tapi inilah bukti yang kami lihat di lapangan."

Ia menjelaskan bahwa kekurangan dana menghambat kapasitas Mesir untuk menghasilkan angka yang tepat. Pejabat UNAIDS menyampaikan, pasien yang memerlukan intervensi bedah seringkali tidak dapat mengakses layanan kesehatan dasar di rumah sakit karena stigma terkait.

Virus ini bisa menyebar melalui kontak seksual, serta jarum atau jarum suntik yang terkontaminasi, dan transfusi darah. Hal ini juga dapat ditularkan dari wanita yang terinfeksi ke bayi mereka saat lahir atau melalui menyusui. Tapi di Mesir, virus ini banyak dikaitkan dengan homoseksualitas, yang dilihat oleh banyak orang Mesir sebagai pilihan gaya hidup.

Tags: 
Category: 

SCROLL KE BAWAH UNTUK MEMBACA BERITA LAINNYA


loading...

Related Terms



loading...

Baca juga


Loading...