14 November 2019

Pasukan Khusus AS di Suriah Ditembaki Turki, Pentagon Jengkel

KONFRONTASI -   Posisi Pasukan Khusus Amerika Serikat (AS) di Kobane, Aleppo, Suriah, jadi sasaran tembakan artileri militer Turki hari Jumat. Insiden salah sasaran dalam operasi militer Ankara itu membuat Pentagon jengkel.

Invasi Ankara di Suriah timur laut semestinya menargetkan pasukan Kurdi. Namun, Pentagon mengonfirmasi bahwa posisi Pasukan Khusus AS justru jadi target. Kendati demikian, tak ada anggota pasukan Amerika yang terluka.

"Ledakan itu terjadi dalam beberapa ratus meter dari lokasi di luar zona Mekanisme Keamanan dan di daerah yang dikenal oleh Turki untuk memiliki kehadiran pasukan AS," kata juru bicara Pentagon Kapten Brook DeWalt dalam sebuah pernyataan, yang dilansir NPR, Sabtu (12/10/2019)."Semua pasukan AS dicatat tanpa cedera. Pasukan AS belum ditarik dari Kobane," ujar DeWalt.

"AS menuntut agar Turki menghindari tindakan (di daerah-daerah di mana pasukan AS hadir) yang dapat mengakibatkan tindakan defensif segera," imbuh DeWalt.

Sebelumnya, seorang pejabat AS mengatakan kepada Tom Bowman dari NPR bahwa pasukan Amerika telah meninggalkan pos terdepan di Kobane karena serangan Turki terlalu dekat dan mengganggu kenyamanan."Pasukan (Amerika) mungkin kembali besok," ujarnya.

Para pejabat pertahanan AS, termasuk Kepala Pentagon Mark Esper, mengecam serangan Turki ke Suriah utara yang didominasi Kurdi, beberapa hari setelah Presiden Trump membuka jalan bagi serangan itu dengan menarik pasukan AS dari perbatasan.

"Kami menentang dan sangat kecewa dengan keputusan Turki untuk meluncurkan serangan militer sepihak ke Suriah utara," kata Esper kepada wartawan pada hari Jumat.

Kobane terletak sangat dekat dengan perbatasan Turki, sekitar 40 mil sebelah timur tempat serangan Turki difokuskan. Seorang pejabat Amerika memberi tahu bahwa Kobane adalah "jantung bangsa Kurdi".

Esper mengaku telah berbicara dengan Menteri Pertahanan Turki Hulusi Akar. Esper menegaskan kembali bahwa tindakan Ankara bisa merusak hubungan bilateral kedua negara.

Amerika Serikat memperingatkan bahwa setidaknya 100.000 orang telah mengungsi sejak invasi Ankara dimulai Rabu lalu. Christian Cardon de Lichtbuer dari Komite Internasional Palang Merah mengatakan invasi itu telah menyebabkan krisis kemanusiaan lain di Suriah.(Jft/Sindo)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...