22 November 2019

Miris, Banyak Orang Tua di Filipina Jerumuskan Anak Sendiri Demi Uang

KONFRONTASI-Kenangan buruk itu tak pernah bisa dilupakan Jhona (bukan nama sebenarnya). Remaja asal Filipina tersebut pernah menjadi korban pelecehan seksual saat masih anak-anak. Kala itu dia mandi bersama temannya. Ibu temannya ada di ruangan yang sama sambil membawa telepon genggam.

"Kami pikir dia sedang melihat Facebook. Tapi, kemudian kami mendengar suara jepretan kamera. Saya mulai merasa tidak nyaman," terangnya seperti dikutip BBC.

Jhona baru mengetahui bahwa dia difoto saat sedang berpakaian selepas mandi. Temannya sempat menanyai ibunya mengapa dia mengambil foto. Saat itu sang ibu hanya menjawab singkat. "Oh, itu bukan apa-apa," ujarnya.

Tentu saja bukan itu yang terjadi. Selang beberapa hari polisi memberi tahu bahwa fotonya yang sedang mandi bersama temannya tersebut telah dijual secara online. Pembelinya dari negara lain. Entah dari mana.

Kasus seperti Jhona itu kian jamak terjadi. International Centre for Missing and Exploited Children melaporkan bahwa tahun lalu ada 18 juta kasus pelecehan seksual anak-anak di seluruh dunia. Tetapi, yang jadi pusat penyebarannya adalah Filipina. Dua pertiga kasus pelakunya adalah orang tua maupun anggota keluarga sendiri.

Kemiskinan dan uang menjadi magnet yang tarik-menarik. Banyak orang tua di Filipina yang menjerumuskan anak sendiri karena kekurangan secara finansial. Biasanya pelanggan mereka adalah orang-orang dari negara Barat. Mereka menawarkan sejumlah uang dengan nominal yang menggiurkan.

Pembeli biasanya meminta agar anak-anak melakukan adegan seksual tertentu. Baik itu dalam bentuk video maupun foto.(mr/bbc/jpn)

Tags: 
Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...