26 April 2018

Militer Myanmar Akhirnya Akui Terlibat Dalam Pembunuhan Muslim Rohingya

KONFRONTASI-Untuk pertama kalinya militer Myanmar mengakui bahwa anggota mereka terlibat dalam pembunuhan warga minoritas Muslim Rohingya.

Dalam keterangan yang diunggah di Facebook, Rabu (10/01), disebutkan bahwa tentara Myanmar ikut membunuh warga Muslim di Negara Bagian Rakhine.

"Orang-orang di Desa Inn Dinn dan aparat keamanan mengakui telah membunuh 10 teroris dari Benggala," demikian keterangan militer mengacu ke insiden pada 2 September 2017 lalu.

Rohingya tidak diakui sebagai warga negara Myanmar baik oleh pemerintah maupun militer Myanmar, yang biasanya menyebut mereka dengan menggunakan istilah lain seperti Benggala.

Jenazah 10 warga Rohingya ini ditemukan satu kuburan massal di desa tersebut dan keterangan militer menyatakan aksi pembunuhan dilakukan sebagai 'tindakan balas dendam'.

"Diputuskan bahwa mereka (warga Muslim Rohingya) dibunuh di satu pekuburan," tambah keterangan tersebut.

Pernyataan militer ini juga untuk pertama kalinya mengukuhkan adanya kuburan massal di Rakhine.

Operasi militer di Rakhine yang dimulai pada akhir Agustus 2017 memicu gelombang kekerasan dan pengungsian tak kurang dari 600.000 warga Rohingya ke negara tetangga Bangladesh.

Krisis kemanusiaan yang oleh PBB digambarkan sebagai salah satu yang terburuk dalam beberapa dekade terakhir dipicu oleh serangan kelompok perlawanan Rohingya terhadap beberapa pos keamanan di Rakhine.

Category: 
loading...

Related Terms