22 July 2019

Menyesal Gabung ISIS, Warga Inggris Ini Ingin Pulang

KONFRONTASI-Tersangka anggota ISIS asal Inggris Jack Letts atau dikenal sebagai Jihadi Jack yang telah dua tahun mendekam di penjara Kurdi mengatakan ingin pulang. Namun ia ragu jika Inggris mau memulangkannya kembali.

Berbicara kepada ITV dari penjara di Suriah, Letts mengatakan bahwa ia kehilangan kasih sayang ibunya dan kehidupan yang nyaman di rumahnya di Inggris, termasuk pasties dan Doctor Who.

“Saya merasa orang Inggris, saya orang Inggris. Ayah saya orang Kanada, jika Inggris menerima saya, saya akan kembali ke Inggris, itu adalah rumah saya, tetapi saya tidak berpikir itu akan terjadi," katanya dalam wawancara itu seperti dikutip dari Sputnik, Sabtu (23/2/2019).

Letts, yang memegang kewarganegaraan ganda melalui ayahnya yang asal Kanada John Letts dan ibunya asal Inggris Sally Lane, mengatakan dia tidak berbicara dengan orang tuanya selama dua tahun dan dia meragukan pejabat dari kedua negara akan membantunya. Orang tuanya saat ini menghadapi persidangan di Inggris atas klaim bahwa mereka mendanai terorisme dengan mengirimkan uang ke putra mereka. Namun mereka membantah semua tuduhan itu, bersikeras putra mereka pergi ke Suriah untuk membantu para pengungsi.

Letts menuturkan dia belajar bahasa Arab di Yordania sebelum pindah ke Kuwait dan akhirnya ke Irak dan Suriah. Dia akhirnya tinggal di "Jalan Oxford Raqqa" dan menikahi seorang wanita Irak yang melahirkan putranya. Dia mengakui, pengalamannya tinggal di Raqqa membawanya untuk turut bergembira atas serangan teror di Paris 2015 pada satu titik.

"Sejujurnya pada saat itu saya pikir itu hal yang baik," katanya kepada ITV News ketika ditanya tentang reaksinya terhadap serangan teror yang menewaskan 130 orang di Ibu Kota Prancis itu.

Dia mengklaim bahwa dia menganggapnya sebagai balasan atas anak-anak yang terbakar hidup-hidup oleh pemboman pasukan koalisi. Namun ia kemudian berubah pikiran dan menyadari bahwa orang yang tidak bersalah tidak ada hubungannya dengan itu.

Ditanya apa yang paling dia rindukan, dia berkata bahwa dia melewatkan kue-kue dan episode Doctor Who serta, terutama, ibunya.

"Aku tahu itu kedengarannya agak kekanak-kanakan," katanya.

"Bahkan jika aku bisa melihat ibuku - aku hanya ingin panggilan telepon, aku tidak tahu apakah Inggris bisa melakukan itu untukku di sini, tapi aku hanya ingin menelepon ibuku - sudah dua tahun,” ujarnya memelas.

Letts ditahan di penjara dan dituduh sebagai anggota ISIS. Namun, Inggris dan Kanada belum mengajukan tuntutan terhadapnya. Ia ditangkap oleh pasukan Kurdi ketika sedang berusaha menyeberangi perbatasan ke Turki dan dipindahkan ke penjara di Qamishli di Suriah utara, yang terletak di sepanjang perbatasan Turki.[mr/snd]

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...