11 December 2018

Mengenal Femme Fatale dalam Dunia Intelijen

Konfrontasi - Nama Siti Aisyah yang ditahan Malaysia karena diduga menjadi mata-mata Korea Utara (Korut) menggemparkan Indonesia. Perempuan menjadi mata-mata memang tak asing di dunia spionase. Femme fatale!

Femme fatale adalah frasa yang menggambarkan perempuan yang memiliki kecerdasan, daya tarik seksual dan digunakannya untuk memanipulasi seseorang agar seseorang itu melakukan apa yang diinginkannya. Dalam dunia intelijen, kemampuan perempuan yang luwes itu bermanfaat untuk memperoleh informasi dari kubu musuh. 

Presiden RI pertama Soekarno dalam biografi "Penyambung Lidah Rakjat" yang ditulis Cindy Adam mengakui sendiri pernah merekrut sekelompok perempuan pekerja seks komersial (PSK) untuk menjadi mata-mata. 

Bagi Soekarno, pelacur adalah mata–mata paling baik di dunia. Terdapat 670 orang pelacur yang masuk ke dalam PNI di Bandung. Soekarno mengakui bahwa para pelacur ini adalah angggota yang paling setia dan patuh dari pada anggota lain yang pernah ia ketahui.

"Kalau menghendaki mata – mata yang jempolan, berilah aku seorang pelacur yang baik. Hasilnya mengagumkan sekali dalam pekerjaan ini (mata – mata)," kata Soekarno.

Pendapat Soekarno tentang mata-mata jempolan itu juga dikuatkan oleh penulis buku intelijen Inggris berjudul "Spooks: The Unofficial History of MI5" Claire Thomas.

"Seorang wanita yang menarik, cerdas, bisa menjerat seorang pria dan membuatnya kurang waspada. Wanita itu akan mengubah mereka (para pria) menjadi takluk di tangan mereka dan mendapatkan informasi yang wanita butuhkan. Dia (wanita) tidak harus menggunakan seks - tetapi itu (daya tarik) adalah senjata yang baik," beber Claire Thomas , sebagaimana dilansir media Inggris, newsoftheworld.co.uk, Minggu (18/7/2010). (dtk/mg)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...