27 May 2018

Mengapa Iran Menjadi Tempat Lahir yang Terbaik Saat Ini?

KONFRONTASI -  Jika Anda dapat lahir di manapun di dunia hari ini, di mana tempat yang akan Anda pilih? Apa yang membuat sebuah negara atau perusahaan membuka banyak kesempatan – bagi setiap orang?

Rangkaian pertanyaan itu menjadi topik yang diangkat oleh sejumlah pengguna LinkedIn yang berpengaruh, pada pekan ini. Inilah yang disampaikan dua orang di antara mereka.

Ian Bremmer, presiden di Grup Eurasia

"Pekan lalu di Tokyo, saya mendapatkan pertanyaan yang cukup mengejutkan: Dengan mengetahui apa yang Anda ketahui dan percaya dengan apa yang Anda yakini, jika Anda dapat lahir sekarang di mana pun di dunia, di mana tempat yang akan Anda pilih?" tulis Bremmer dalam artikelnya yang berjudul Di mana Anda ingin dilahirkan hari ini?

Dia memberikan tiga jawaban.

"Sangat sulit untuk tidak memilih Amerika Serikat, dan itu bukan hanya karena AS adalah rumah saya," tulis dia.

Bremmer tidak memiliki latar belakang istimewa, dia tumbuh di proyek perumahan di Boston selatan dan ayahnya meninggal ketika dia masih berusia empat tahun. Keluarganya hanya memiliki sedikit uang.

"Tetapi ibu saya memastikan saya mendapatkan pendidikan yang baik. Dengan dasar itu... saya menemukan masa depan saya," tulis Bremmer.

"Meski yang paling patriotik di antara kami mengetahui bahwa Amerika masih memiliki masalah yang nyata dan kesetaraan untuk mendapatkan kesempatan masih menjadi sebuah cita-cita. Tetapi jika Anda lahir sebagai perempuan, jika Anda lahir dari sebuah kelompok etnis minoritas, jika Anda lahir sebagai gay, jika Anda lahir dengan disabilitas, Anda akan menemui hambatan yang lebih sedikit."

Pilihan kedua Bremmer mungkin mengejutkan: Iran.

“Mungkin Anda ingin menjadi bagian dari sebuah negara yang tengah membangun masa depan sendiri. Berakhirnya sanksi membawa generasi muda Iran dalam gelombang harapan. Untuk pertama kalinya dalam hidup mereka, kreativitas dan ambisi mereka menjadi berarti,” tulis dia.

“Ini merupakan sebuah negara yang beragam dengan keragaman ekonomi… serta banyak yang diharapkan. Menjadi bagian dari hal itu merupakan kemungkinan yang sangat menarik."

Pilihan terakhir dia: Kerajaan Bhutan di Himalaya, sebuah tempat yang dia pandang dipenuhi dengan pencarian kebijaksanaan dan kebahagiaan.

“Ketika saya berkunjung ke sana beberapa tahun yang lalu, saya melihat orang-orang dengan waktu dan ruang untuk berpikir, bernapas dan berhubungan satu sama lain,” tulis Bremmer.

Josh Bersin, kepala dan pendiri Bersin oleh Deloitte


Jika Anda mencari tempat bekerja yang benar-benar cocok, maka tahun depan dapat menjadi waktu yang terbaik untuk menemukannya.

"Apakah 2016 akan menjadi tahun keberagaman dalam bisnis? tanya Bersin dalam tulisannya Mengapa keberagaman dan inklusi akan menjadi sebuah prioritas utama pada 2016. Jawaban dia adalah ya.

“Di dunia kerja hari ini, kemampuan Anda untuk berinteraksi dan berhubungan dengan orang-orang dengan segala usia, budaya, latar belakang dan tipe adalah penting untuk kesuksesan bisnis Anda,” tulis dia. “Penelitian membuktikan bahwa perusahaan yang memiliki banyak keragaman, unggul dari yang lain dengan perolehan margin yang signifikan.”

Perusahaan yang memiliki strategi inklusi dan keberagaman yang terintegrasi, umpamanya, memiliki arus kas per karyawan 2,3 lebih tinggi (dan) memiliki 1,7 kali kemungkinan untuk menjadi pemimpin perubahan di pasar mereka,” tulis Bersin.

Tentu saja, sejumlah strategi memiliki lebih banyak dampak dibandingkan yang lainnya. "Dua hal yang paling penting, yang berkorelasi dengan dampak terbesar pada kinerja bisnis, adalah inklusi dan keberagaman. Inklusi adalah tujuan… dan keberagaman merupakan ukuran keberhasilan," jelas Bersin.

“Ini membutuhkan penerapan prinsip inklusi dan keberagaman dalam perekrutan, kinerja manajemen, manajemen suksesi, membangun kepemimpinan, belajar, dan secara khusus mengukurnya dengan membuat pemimpin bertanggung jawab untuk perilaku inklusif dan hasil yang beragam.”

Mengapa? Mungkin itu sudah jelas, tetapi "orang akan bekerja dengan sebaik-baiknya ketika mereka merasa dihargai, diberdayakan dan dihormati oleh rekan-rekan mereka,” tulis Bersin. Ketika itu terjadi, “dalam lingkungan bisnis global di hari ini, perusahaan yang membangun budaya yang benar-benar inklusif akan unggul dari saingannya”.(Juft/bbc)

Category: 
Loading...