15 October 2019

Meksiko Berpacu dengan Waktu untuk Temukan Korban Gempa yang Terjebak di Reruntuhan

KONFRONTASI-Regu penyelamat bekerja hingga menjelang fajar pada Kamis demi menyelamatkan seorang anak sekolah berusia 12 tahun dan korban selamat lain, yang kemungkinan terjebak di bawah reruntuhan di pusat kota Meksiko.

Gempa berkekuatan 7,1 pada skala Richter pada Selasa adalah yang paling mematikan di Meksiko dalam 32 tahun belakangan.

Sedikitnya, 237 orang tewas dan 1.900 lagi luka-luka, sementara lebih dari 50 korban selamat diungsikan dari beberapa tempat bencana tersebut.

Petugas setempat pun berjanji melanjutkan pencarian dan penyelamatan, seperti di bangunan sekolah roboh di kota Meksiko selatan. Regu penyelamat Angkatan Laut berhasil berkomunikasi dengan anak perempuan berusia 12 tahun itu, namun mereka masih belum dapat membongkar reruntuhan untuk menyelamatkannya.

Sebelas anak lain diselamatkan dari sekolah Enrique Rebsamen, tempat siswa berusia sekitar enam sampai 15 tahun, namun 21 siswa dan empat orang dewasa telah tewas.

Regu penyelamat sebelumnya telah melihat sebuah tangan yang menonjol dari puing-puing, dan anak perempuan itu menggoyangkan jarinya saat ditanya apakah dia masih hidup, menurut penyiar Televisa, yang memiliki akses khusus ke tempat kejadian untuk memberikan liputan langsung tanpa henti.

Namun, sekitar 15 jam dalam usaha penyelamatan tersebut, Laksamana Jose Luis Vergara mengatakan tim penyelamat masih belum bisa menentukan lokasinya.

"Ada seorang gadis yang hidup di sana, kami cukup yakin akan hal itu, tapi kami masih belum tahu bagaimana caranya menyelamatkannya," kata Vergara kepada Televisa, sebagaimana dilaporkan Reuters.

"Waktu yang telah berlalu akan mempersulit kemungkinan menemukan korban terjebak reruntuhan yang masih hidup atau dalam kondisi baik," katanya.

Saat Vergara berbicara, petugas penyelamat membentuk rantai manusia dan mengeluarkan banyak bongkahan beton besar sambil diterangi lampu sorot.

Tags: 
Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...