14 October 2019

Malaysia Siap Ikut Langkah Indonesia Walk Out Demi Rohingya

Konfrontasi - Malaysia akhirnya bergabung dengan Indonesia mendukung usulan pembahasan krisis kemanusiaan di Myanmar dalam forum ASEAN Inter-Parliamentary Assembly (AIPA). Hal ini disampaikan Malaysia dalam pertemuan tertutup.

Malaysia mengundang delegasi Indonesia yang hadir dalam AIPA ke-38 di Hotel Shangri-La Makati, Manila, Filipina, Jumat (15/9/2017). Dalam pertemuan tertutup sore tadi, Malaysia yang diwakili oleh Ketua Parlemennya, Dato' Sri Haji Ismail Bin Haji Mohamed Said meminta Indonesia menjelaskan hasil mediasi dengan Myanmar yang difasilitasi Ketua AIPA Pantaleon D. Alvarez.

"Kami bilang, kalau memang tidak mau membahas, yang jelas sudah terjadi krisis kemanusiaan. Tapi mereka tidak mau disebut demikian. Kita turunkan akhirnya jadi humanitarian issue, mereka tetap menolak. Kita turunkanlah lagi menjadi humanitarian issue di ASEAN. Mereka tetap tidak mau," ucap Wakil Ketua DPR Fadli Zon.

Fadli menegaskan Indonesia tidak bermaksud mencampuri urusan internal negara lain. Dia juga menilai Myanmar justru mengulur waktu dengan mengusulkan dibahas tahun depan saja. Padahal situasi ini sangat mendesak.

Ketua Badan Kerja Sama Antar-Parlemen, Nurhayati Ali Assegaf juga menunjukkan kekecewaannya bahwa Myanmar malah salah satu delegasinya merupakan duta besar. Padahal seharusnya dalam forum ini hanya anggota parlemen yang punya suara.

Nurhayati kemudian mengungkit kesepakatan tahun lalu antara 50 negara yang 49 di antaranya mendesak Myanmar untuk menyetop kekerasan kepada etnis Rohingya. Dalam forum internasional tersebut delegasi Myanmar sendiri mengakui adanya kekerasan.

"Mereka mengakui bahwa ini ada kekerasan. Ini dari speakernya Myanmar. Tapi mereka bilang kalau ini teroris. Mereka bilang, Myanmar selalu menolak datangnya bantuan logistik," ucap Nurhayati Ali Assegaf.

"Jadi kalau tidak mau dibahas, kita pulang saja. Bungkus semua (usulan rancangan di AIPA). Kalau perlu kita keluar dari ASEAN," imbuh Nurhayati.

Penjelasan Indonesia kemudian disambut positif oleh delegasi Malaysia. Mereka akhirnya bergabung melihat keseriusan langkah Indonesia yang menyebut ini sebagai extaordinary situation.

"Kita akan mendukung Indonesia. Kalau terjadinya mau pulang, bungkus, jadi kita bungkus sama-sama. Ini bukan soal Myanmar saja, tapi ini soal kemanusiaan," kata Dato' Sri Haji Ismail Bin Haji Mohamed Said.

Fadli kemudian mengusulkan agar sekretariat kedua negara bersama-sama menyusun rancangan usulan baru. Kesepakatan akhirnya ditutup dengan jabat tangan antara Fadli dengan Ismail. Fadli juga sempat menyerahkan cendera mata kepadanya.

"Ini untuk persiapan besok," kelakar Fadli sambil menyerahkan bingkisan berisi wayang golek. (dtk/mg)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...