24 November 2017

Lebih dari 12.000 Muslim China Berangkat Haji Tahun Ini

KONFRONTASI-Lebih dari 12.000 muslim asal China akan menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci pada tahun ini.

Dari jumlah itu, sebanyak 284 anggota jemaah calon haji asal Provinsi Yunnan tiba di Bandar Udara Internasional Madinah, Arab Saudi, menggunakan pesawat carter, Minggu (30/7).

Kantor Berita Xinhua, di Beijing, Selasa, melaporkan, kedatangan 284 anggota jemaah calon haji asal provinsi di wilayah tenggara daratan China itu menandai perjalanan ibadah haji muslim China pada tahun ini dimulai.

Wakil Direktur Bidang Islam, Kantor Administrasi Urusan Agama China (SARA), Ma Jin, bersama wakil ketua Asosiasi Islam China (CIA) Wilayah Otonomi Uighur Provinsi Xinjiang yang tiba lebih dulu di Madinah menyambut kedatangan kelompok terbang pertama itu.

Lebih dari 12.000 anggota jemaah calon haji tahun ini bertolak menuju Tanah Suci dari Beijing dan beberapa ibu kota provinsi di China, seperti Urumqi di Provinsi Xinjiang dan Lanzhou di Provinsi Gansu, demikian pernyataan wakil ketua CIA Xinjiang.

Jemaah itu akan tinggal di Madinah selama lima hari, lalu menumpang bus menuju Mekkah untuk menjalani rukun Islam kelima itu.

CIA juga mengerahkan lebih dari 60 orang stafnya untuk memberikan pengarahan, perawatan kesehatan, dan menjaga keselamatan anggota jemaah agar bisa menjalankan ibadah dengan aman dan lancar.

Perjalanan ibadah haji tahun ini menjadi tantangan tersendiri seiring dengan meningkatnya tendensi pan-halal di wilayah barat laut China, demikian kata Prof Xiong Kunxin, guru besar Program Studi Etnis Minzu University of China, Beijing, sebagaimana dikutip Global Times.

Walau begitu, Xiong percaya bahwa para pengurus SARA di beberapa kota di Arab Saudi bisa membantu anggota jemaah dalam menjalani ibadah dengan aman dan lancar sambil berupaya menjauhi pengaruh kelompok garis keras asing.

Xiong mengingatkan bahwa keselamatan jemaah, termasuk pencegahan penyakit harus menjadi prioritas utama otoritas keagamaan China.

Musim ibadah haji diperkirakan berlangsung pada 29 Agustus hingga 2 September 2017, demikian harian milik partai berkuasa di China itu melaporkan.

Pemeluk agama Islam di China diperkirakan mencapai angka 23 juta jiwa dengan jumlah masjid sekitar 39.000 unit lebih.[mr/tar]

Tags: 
Category: 

SCROLL KE BAWAH UNTUK MEMBACA BERITA LAINNYA


loading...

Related Terms



loading...

Baca juga


Loading...
Kamis, 23 Nov 2017 - 20:55
Kamis, 23 Nov 2017 - 20:50
Kamis, 23 Nov 2017 - 20:41
Kamis, 23 Nov 2017 - 19:27
Kamis, 23 Nov 2017 - 19:25
Kamis, 23 Nov 2017 - 19:22
Kamis, 23 Nov 2017 - 19:20
Kamis, 23 Nov 2017 - 18:05