12 December 2019

Langkah Politik Donald Trump Gerus Kekuatan Dollar AS

KONFRONTASI  -  Dollar Amerika Serikat (AS) tertahan di pelemahan pada Selasa pagi ini (17/5). Data ekonomi AS yang belum memuaskan pasar ketimbang data ekonomi di zona euro, serta kondisi politik AS yang diliputi ketidakpastian membuat investor menahan diri membeli aset dollar.

Dollar Index yang sempat menyentuh level tertinggi 14 tahun di level 103,82 pada 3 Januari lalu, harus menelan level terendah sejak 9 November lalu. Indeks Dollar yang memperlihatkan kekuatan dollar terhada enam mata uang utama dunia ini, turun ke level 98,08.
BACA JUGA :

    Bursa Asia tertular kelesuan Wall Street
    Penutupan Bursa AS diwarnai data ekonomi, politik

The Greenback melaju seiring dengan janji Presiden AS Donald Trump memanaskan kembali ekonomi AS dengan pemangkasan pajak dan jor-joran berbelanja infrastruktur.

Namun, sejak pekan lalu, pasar dibingungkan dengan langkah Trump memecat kepala FBI James Comey. Hari ini terdengar kabar bahwa Trump sempat meminta Comey menghentikan penyelidikan mantan penasihat keamanan AS Michael Flynn dan kasus investigasi intervensi Rusia pada pemilu Trump.

"Investor ingin melihat apakah Trump bisa kembali ke ide awalnya dan lebih terorganisir," kata Kaneo Ogino, Direktur di perusahaan riset forex Global-info Co di Tokyo, dikutip Reuters.

Dia mengatakan, sejatinya banyak investor institusional Jepang yang ingin membeli aset dollar. "Tapi, mereka saat ini menahan diri untuk melihat apa yang terjadi selanjutnya, " katanya.

Tenaga dollar AS merosot 0,5% terhadap yen Jepang ke posisi ¥ 112,56.(Juft/Kontan)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...