22 November 2019

Kongres AS periksa Dubes untuk Uni Eropa Terkait Pemakzulan Trump

KONFRONTASI-Penyelidikan Kongres Amerika Serikat, soal pemakzulan Presiden Donald Trump, pada Selasa memusatkan perhatian pada Duta Besar AS untuk Uni Eropa (EU), Gordn Sondland.

Kongres ingin melihat kemungkinan peranan sang duta besar dalam upaya membuat Ukraina menjalankan penyelidikan terhadap saingan politik Trump, Joe Biden.

Sonland, yang menyumbang dana satu juta dolar AS (sekitar Rp14 miliar) bagi panitia pelantikan presiden asal Partai Republik itu, akan melakukan pertemuan secara tertutup dengan para anggota tiga komite Dewan Perwakilan Rakyat yang dipimpin Demokrat.

Penyelidikan pemakzulan saat ini memusatkan perhatian pada tuduhan yang disampaikan seorang pembocor rahasia bahwa Trump memanfaatkan dana bantuan senilai 400 juta dolar (sekitar Rp5,6 triliun) untuk memastikan presiden Ukraina berjanji menyelidiki mantan presiden Joe Biden dan putranya, Hunter, yang pernah menjabat sebagai anggota dewan sebuah perusahaan energi Ukraina.

Para anggota Komite Luar Negeri, Intelijen dan Pengawasan Dewan Perwakilan Rakyat diperkirakan akan meminta Sondland menjelaskan mengapa ia menjadi terlibat dalam urusan dengan Ukraina padahal negara itu bukan anggota Uni Eropa.

Sebelum dicalonkan Trump sebagai duta besar pada Mei, Sondland adalah seorang pemilik jaringan hotel yang berpusat di Seattle, AS. Pencalonannya itu dikukuhkan oleh Senat AS pada Juni dan ia menyampaikan surat kepercayaan kepada Komisi Eropa pada Juli.

Menurut sejumlah pesan singkat yang diungkapkan oleh para pemimpin komite DPR pekan lalu, Sondland sangat terlibat dalam menjalin kontak dengan Volodymyr Zelenskiy ketika presiden Ukraina itu berupaya bertemu dengan Trump.

Dari pesan-pesan singkat itu juga terungkap bahwa para pejabat Ukraina menyatakan kekhawatiran terhadap keputusan pemerintah AS untuk menahan hampir 400 juta dolar bantuan militer AS bagi Kiev.

Dalam salah satu pesan, sebagai contoh, Sondland menekankan bahwa Trump "sangat menginginkan hasilnya."

Tuduhan bahwa Trump --saat berbicara dalam telepon pada 25 Juli-- menekan Zelenskiy untuk melakukan penyelidikan terhadap Biden, sambil menahan bantuan militer bagi Ukraina, mendorong Ketua DPR Nancy Pelocy bulan lalu mengumumkan bahwa penyelidikan pemakzulan secara resmi dijalankan.

Trump selama ini membantah melakukan kesalahan.[MR/TAR]

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...