11 December 2019

Konflik India-Pakistan Memanas, Ribuan Orang Mengungsi

Konfrontasi-Ribuan warga India telah melarikan diri dari rumah mereka menyusul bentrokan antara India dan Pakistan yang melebar sepanjang 200-km dari perbatasan di wilayah sengketa Kashmir.

Ketegangan antara kedua negara pemilik senjata nuklir telah meningkat sejak Perdana Menteri India Narendra Modi membatalkan pembicaraan damai pada bulan Agustus dan bentrokan di sepanjang ruas perbatasan mereka telah meletus sejak Oktober 2014.

Setidaknya 10 tentara India dan Pakistan serta warga sipil tewas dalam pertempuran selama seminggu terakhir.

Sekitar 6.000 warga sipil di Kashmir yang dikuasai India melarikan diri dari rumah mereka pada Senin (5/1) akibat area pertempuran yang mulai memasuki daerah penduduk menurut komisaris divisi wilayah Jammu, Shantmanu.

Sekitar 4.000 warga India menlarikan diri setelah pertempuran yang dimulai pekan lalu.

"Kami memiliki kesempatan untuk melarikan diri yang sempit ditambah dengan situasi yang mirip perang ini," ujar Sham Kumar, 54, dari desa Sherpur kepada Reuters.

"Tentara Pakistan menggunakan senjata jarak jauh. Ini adalah pertama kalinya kami melihat penembakan intens seperti itu," tambahnya.

Aksi kekerasan tersebut terjadi beberapa hari sebelum Menteri Luar Negeri AS John Kerry dijadwalkan untuk mengunjungi India. Presiden Barack Obama juga akan berkunjung ke India pada akhir bulan ini.

Amerika Serikat selama bertahun-tahun telah mencoba untuk mendorong kedua negara yang bertikai di Asia Selatan untuk membangun hubungan yang lebih baik.

Ketidakpercayaan antara India dan Pakistan merupakan faktor di balik konflik di berbagai bagian wilayah termasuk Afghanistan.

Kumar mengatakan bahwa dia meninggalkan desanya setelah sebuah peluru mendarat di sebuah sekolah yang berjarak sekitar 3,5 km dari perbatasan.

Pasukan India dan Pakistan kembali terlibat baku tembak dan mortir bom di bagian perbatasan mereka pada hari Selasa, kata seorang pejabat Pasukan Keamanan Perbatasan India.

"Sedang terjadi baku tembak dan kami hanya membalas penembakan Pakistan," kata pejabat itu.

Para pejabat Pakistan tidak segera memberikan komentar mengenai hal ini.

Kedua negara bertikai yang telah berjuang dalam dua perang atas Kashmir yang mayoritas penduduknya Muslim, menyalahkan satu sama lain untuk peningkatan bentrokan sejak Oktober 2014.[mr/skl]

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...