27 May 2018

Kim Jong-un Berkilah, Perjumpaannya dengan Trump Terancam Batal

KONFRONTASI -  Pertemuan bersejarah antara Presiden Amerika Serikat (AS) dan pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-un pada 12 Juni di Singapura terancam batal. Pemicunya karena AS dan Korea Selatan nekat menggelar latihan perang gabungan.

Donald Trump, Presiden AS, ogah berspekulasi tentang nasib pertemuan bersejarah yang terancam batal itu. Pemimpin Amerika ini bersikeras denuklirisasi Semenanjung Korea harus terjadi.

Max Thunder, latihan perang gabungan di Korsel yang melibatkan sekitar 100 pesawat telah membuat Pyongyang membatalkan KTT Dua Korea. Pyongyang merasa manuver militer gabungan itu sebagai latihan untuk menginvasi Korut.

“Kita akan lihat. Tidak ada keputusan, kami belum diberitahu sama sekali. Kami belum melihat apa-apa, kami belum mendengar apa-apa,” ujar Trump, Kamis (17/5).

Korut yang merasa ditekan AS untuk melakukan denuklirisasi di Semenanjung Korea, mulai tidak nyaman. Pyongyang mengaku tidak tertarik pada KTT AS-Korut jika hanya terfokus pada program senjata nuklir Korut.

“Kami tidak akan tertarik dengan pembicaraan jika (AS) hanya mencoba mendorong kami secara sepihak ke suatu sudut dan memaksa kami melucuti (senjata) nuklir,” kata Wakil Menteri Luar Negeri Korut, Kim Kye-gwan, dalam sebuah pernyataan.

“Tidak dapat dihindari untuk mempertimbangkan kembali apakah akan menanggapi KTT dengan AS pada bulan depan (atau tidak),” tambahnya.(Jft/BB)

Category: 
Loading...