26 April 2019

Kepolisian NTT Pamerkan Barang Bukti Penyuapan dari Australia

Konfrontasi - Dalam gelar perkara di Pulau Rote, Rabu (17/6), Kapolda NTT, Brigjen Endang Sunjaya, menghadirkan sejumlah awak kapal Indonesia yang mengaku mendapatkan uang itu.

Endang Sunjaya melakukan tanya jawab terbuka di hadapan para wartawan, sebagian di antaranya wartawan asing.

Kapten kapal Andika, Yohanis Humiang, mengatakan, mereka dicegat di perairan internasional dekat Timor Leste pada 19 Mei oleh Kapal Angkatan Laut dan kapal Bea Cukai Australia.

Saat itu ia mengangkut 65 migran asal Bangladesh, Myanmar dan Sri Lanka menuju Selandia Baru.

"Mereka bertolak dari Pelabuhan Ratu, Jawa Barat, dengan tujuan Selandia Baru," kata Kapolda NTT, Endang Sunjaya, seperti dikutip BBC.com.

Menurut pengakuan Yohanis Humiang, seorang petugas Australia yang "wajahnya seperti campuran Indonesia-Australia" bernama Agus menginterogasinya di atas kapal bea cukai Australia.

"Kami ditanyai siapa yang merekrut kami, siapa agennya?" kata Yohanis seperti dikutip Sidney Morning Herald.

Agus, kata Yohanis, mengatakan bahwa mereka akan dikirim pulang dengan pesawat.

Yohanis menjelaskan kepada Agus bahwa dirinya cuma mencari nafkah.

"Kami butuh uang untuk menghidupi isteri dan anak-anak kami. Lalu Agus bilang, 'OK, kami akan bantu'. Dan saya dikasih uang sebesar US$6000 (sekitar Rp75 juta), sementara para awak mendapat US$5000 (sekitar Rp63 juta)." (mg/bbc)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...