24 May 2019

Jhon Kerry Sebut Bashar Assad Magnet Teroris

Konfrontasi - Usai bertemu Presiden Rusia, Vladimir Putin dan Menteri Luar Negeri (Menlu) Rusia, Sergey Lavrov, John Kerry menyatakan Amerika Serikat (AS) takkan menggulikan rezim pemerintahan Suriah saat ini.

Akan tetapi, Menlu AS itu ketika diwawancara stasiun TV Rusia, Rossiya 24, menyatakan Presiden Suriah, Bashar al-Assad, tetap harus turun dari kursi kepresidenan.

“Bertemu dengan Presiden Putin, kami membicarakan pentingnya menyatukan kekuatan demi stabilitas Suriah. Berusaha menciptakan perdamaian dan yang terpenting, menghancurkan Daesh (sebutan ISIS). Daesh adalah organisasi teroris, ancaman buat kita semua,” ujar Kerry.

“Kami tak berusaha mengubah rezim (pemerintahan Suriah). Kami tak berusaha mengadakan revolusi. Kami tak berusaha ikut campur urusa negara lain. Kami berusaha menciptakan perdamaian,” lanjutnya, dilansir Russia Today, Minggu (20/12/2015).

Kendati demikian, Menlu AS itu keukeuh menyatakan Assad harus turun jabatan, meski rezim pemerintah Suriah tetap berdiri. Pasalnya, Assad disebut jadi magnet buat banyak militan asing yang kemudian, menggabungkan diri ke kelompok teroris.

“Rusia tak bisa menghentikan perang jika Assad masih menjabat. Karena Assad jadi daya tarik bagi militan asing. Assad magnet bagi teroris karena mereka datang (ke Suriah) untuk melawan Assad,” imbuh Kerry.

“Jadi jika Anda ingin menghentikan perang di Suriah, jika Anda ingin memerangi Daesh dan menghentikan perkembangan terorisme, Anda harus mengatasi masalah tentang Assad. Tapi bukan berarti kami ingin mengganti setiap aspek dari pemerintahan Suriah,” tandasnya. (oke/mg)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...
Jumat, 24 May 2019 - 09:03
Jumat, 24 May 2019 - 09:00
Jumat, 24 May 2019 - 08:52
Jumat, 24 May 2019 - 08:47
Jumat, 24 May 2019 - 08:40
Jumat, 24 May 2019 - 08:37
Jumat, 24 May 2019 - 01:15
Jumat, 24 May 2019 - 01:10
Jumat, 24 May 2019 - 01:06
Jumat, 24 May 2019 - 01:03
Jumat, 24 May 2019 - 00:58
Kamis, 23 May 2019 - 22:07