24 July 2019

ISIS Bantai 80 Warga Yazidi, Gadis-gadis Juga Diculik

KONFRONTASI - Sebanyak 80 pria penganut aliran Yazidi, di Sinjar, Irak utara dibunuh kelompok militan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). Kelompok yang kini merubah nama menjadi Islamic State (IS) itu juga melakukan penculikan terhadap para gadis dan anak perempuan di sana.

Kantor berita Reuters, Sabtu 16 Agustus 2014, melaporkan peristiwa itu berawal setelah kelompok IS berada lima hari di wilayah itu untuk mengajak para warga pindah agama. Namun, karena ditolak mentah-mentah, kelompok IS pun berang hingga melakukan pembantaian masal.

"Mereka tiba dengan kendaraan dan mereka mulai membunuh sore ini (kemarin)," terang pejabat senior Kurdi, Hoshiyar Zebari kepada Reuters. "Kami percaya itu karena jika tidak pindah agama, mereka akan dibunuh."

Anggota parlemen Irak dari kalangan Yazidi, Mahama Khalil, mengatakan, pembunuhan itu berlangsung cepat. Para kelompok IS hanya membutuhkan waktu satu jam untuk membunuh 80 pria Yazidi.

"Kami mendapatkan keterangan dari warga desa terdekat. Orang-orang yang menolak pindah agama dikumpulkan di satu tempat dan ditembak mati," terangnya.

Pihaknya menduga, para kaum gadis dan anak perempuan yang diculik akan dibawa ke Tal Afar untuk diberikan kepada para pejuang asing. Langkah itu juga diambil sebagai upaya memutuskan keturunan kaum Yazidi.

Sementara itu, Menteri HAM Irak, Mohammed Al-Sudani Syiah, mengatakan, hingga kini sedikitnya sudah 500 anggota etnis minoritas Yazidi di Irak utara yang tewas dalam serangan IS.

Di antara mereka, militan Sunni juga telah dikubur hidup-hidup bersama korban-korban yang ditembaki, termasuk perempuan dan anak-anak.

"Sekitar 300 perempuan juga diculik sebagai budak," lanjut Syiah.[ian/vv]

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...