23 May 2018

Ini Tidak Boleh Didiamkan, Iklan Rasis Malaysia Lecehkan TKI Indonesia

KONFRONTASI-- Munculnya iklan perusahaan pembuat alat pembersih, RoboVac, yang mencantumkan tulisan "Fire Your Indonesian Maid Now!" (Pecat Pembantu Indonesia Sekarang), disesalkan Duta Besar RI untuk Malaysia Herman Prayitno.

Apalagi, iklan tersebut muncul di tengah persiapan kunjungan kenegaraan Presiden Joko Widodo ke Malaysia pada 5 hingga 7 Februari 2015.

"Terlebih lagi, hal ini terjadi di tengah-tengah persiapan kunjungan kenegaraan Presiden Joko Widodo ke Malaysia tanggal 5-7 Februari 2015 yang bertujuan untuk lebih memperkokoh dan memperdalam hubungan bilateral yang saling menguntungkan," tulis siaran pers Kedutaan Besar RI di Malaysia yang diterima Kompas.com, Rabu (4/2/2015).

Menurut Herman, iklan perusahaan swasta tersebut menganggu perasaan rakyat Indonesia. Iklan itu juga telah merendahkan martabat bangsa dan rakyat Indonesia.

Ia juga menekankan pentingnya bagi Indonesia dan Malaysia untuk terus memperkokoh hubungan orang per orang agar kedua bangsa bisa lebih saling menghormati dan menghargai satu sama lain. "Terlebih lagi di saat negara-negara ASEAN akan segera memasuki tatanan Komunitas ASEAN," bunyi siaran pers tersebut.

Atas beredarnya iklan ini, Kedutaan Besar RI di Malaysia telah melaporkanya kepada Kepolisian Wilayah Selangor. KBRI juga telah menugaskan retainer lawyer untuk menemui pengelola perusahaan dan melakukan analisis hukum.

Sebelum melaporkan ke polisi, KBRI Malaysia telah melakukan pengecekan kebenaran iklan itu. Dari hasil pengecekan, didapati iklan sebagaimana yang beredar di media sosial, tetapi letaknya sudah dipindahkan dan tidak lagi terlihat oleh publik.

Pada 3 Februari 2015, KBRI Malaysia mengirimkan nota protes kepada Kementerian Luar Negeri Malaysia atas beredarnya iklan pemasaran robot pembersih lantai tersebut.

Dalam nota keberatan itu, KBRI Malaysia menyampaikan penyesalan mendalam pemerintah karena perusahaan swasta RobVac selaku pembuat iklan tersebut tidak sensitif dan merendahkan martabat Indonesia. KBRI Malaysia meminta otoritas Malaysia untuk melarang peredaran iklan tersebut, termasuk iklan yang ada dalam website RoboVac.

"KBRI juga meminta Pemerintah Malaysia untuk mengambil langkah guna memastikan bahwa iklan produk apapun yang bersifat rasis dan menciderai perasaan Bangsa Indonesia tidak terulang di kemudian hari," sebut pernyataan KBRI Malaysia.

Iklan yang dipermasalahkan itu berupa iklan produk iRobot berbentuk standing banner di Malaysia yang memasang tagline "Fire Your Indonesian Maid Now!".

Iklan itu menekankan pekerjaan rumah tangga yang dapat dilakukan oleh sebuah alat atau robot. Kata "Indonesian" diberi garis bawah sebagai penekanan dalam iklan itu.

Dalam iklan tersebut, tampak seorang lelaki sedang duduk di atas sofa sembari memperhatikan iRobot yang dijual. Dalam produk itu juga dikatakan dapat membersihkan lantai hingga kolam renang.

Produk iRobot itu nampak berupa sebuah kotak berbentuk pipih yang dapat disetel secara otomatis

Sementara itu Anggota Komisi IX DPR Rieke Diah Pitaloka mengungkapkan, kata yang terdapat dalam iklan tersebut mengandung unsur rasial atau anti Indonesia. Kata itu, imbuh dia, bermuatan kebencian, perendahan dan penghinaan terhadap tenaga kerja Indonesia di Malaysia.

Hal itu jelas tidak dibenarkan dalam tata pergaulan internasional karena berpotensi mengusik kesepakatan Hak Asasi Manusia (HAM) internasional. Menurut Rieke, ini merupakan kedua kalinya Malaysia melansir iklan seperti ini.

"Menyamakan PRT (Pekerja Rumah Tangga) Indonesia tak ubahnya sebagai barang yang bisa diperlakukan semaunya," katanya kepada wartawan, Rabu (4/2).

Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu mendesak pemerintah Malaysia segera menghentikan penayangan iklan tersebut. Selain itu, pemilik produk harus meminta maaf kepada Indonesia sebagai sebuah bangsa.

Menurut dia, iklan seperti itu tidak bisa dkmaklumi sebagai sebuah strategi bisnis semata. Pasalnya, ada adab pergaulan yang harus ditaati di tingkat internasional. Pemerintah Indonesia harus segera membuat respon diplomatik atas dilansirnya iklan robot pembersih yang melecehkan tenaga kerja Indonesia.

Jangan sampai, kata Rieke, hal seperti ini terjadi diantara hubungan antara Indonesia dan Malaysia. "Saya berharap pemerintah segera membuat respon diplomatik dan teguran keras pada Malaysia," katanya.[mr/trb/rol]

Category: 
Loading...

Pages