20 September 2019

Ikuti Inggris. Belanda Siap 'Cerai' dengan Uni Eropa

Konfrontasi - Rakyat Inggris telah memilih keluar dari Uni Eropa (UE) melalui referendum yang berlangsung pada Kamis 23 Juni 2016. Sebanyak 58 persen warga Inggris Raya (Inggris, Irlandia, Skotlandia, dan Wales) berkehendak keluar dari blok berisi 28 negara tersebut.

Kemenangan kubu “Brexit” itu disambut baik oleh ekstremis sayap kanan Belanda, Geert Wilders. Pria yang dikenal anti-Islam dan anti-imigran itu menyerukan Negeri Tulip mengadakan referendum serupa dengan Inggris untuk menentukan nasib keanggotaan di UE.

Wilders sendiri ingin maju sebagai Perdana Menteri Belanda dalam pemilihan umum Maret 2017. Pria berusia 52 tahun itu berjanji jika terpilih akan segera mengadakan referendum.

“Kami ingin kontrol penuh atas negara, uang, perbatasan, dan kebijakan imigrasi kami. Secepat mungkin warga Belanda butuh kesempatan untuk menentukan nasib mereka di keanggotaan Uni Eropa,” tutur Wilders, seperti dimuat Channel News Asia, Jumat (24/6/2016).

Survei dari stasiun televisi Een Vandaag menemukan bahwa 54 persen warga Belanda menginginkan referendum. Hal yang ironis mengingat Negeri Kincir Angin adalah salah satu negara pencetus Uni Eropa bersama Belgia, Italia, Jerman, Luksemburg, dan Prancis.

Warga Belanda telah dua kali menyuarakan sentimen anti-UE dalam berbagai survei. Terbaru pada April 2016, sebagian besar menyuarakan penolakan terhadap perjanjian Uni Eropa-Ukraina dalam referendum yang tidak mengikat.

“Ini saatnya sebuah permulaan baru dengan bersandar pada kekuatan dan kedaulatan kita,” tutup Wilders. (oke/mg)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...