22 January 2020

Ibunda Presiden Iran Meninggal, Amerika Serikat Berduka, Perundingan Nuklir Ditunda

KONFRONTASI - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat John Kerry menyampaikan duka cita yang mendalam kepada Presiden Iran, Hassan Rouhani dan seluruh keluarganya atas wafatnya ibundanya, Sakineh Peivandi.

"Kehilangan saat malam Nowruz (tahun baru Iran) saat keluarga berkumpul bersama dalam suka cita adalah sesuatu yang berat," kata Kerry dalam sebuah pernyataan yang dimuat di situs Departemen Luar Negeri AS,www.state.gov.

Kerry tengah berada di Swiss untuk membahas perundingan nuklir Iran bersama dengan penasehat khusus presiden yang juga saudara Rouhani Hossein Fereydoun.
Ia mengaku telah menyampaikan bela sungkawa kepada Rouhani melalui Fereydoun.

Dengan adanya berita duka ini, perundingan nuklir Iran terpaksa dilanjutkan hingga pekan depan.

Sebelumnya, Ibu dari Presiden Iran Hassan Rouhani telah meninggal dunia dalam usia 90 tahun, kemarin (Jumat, 20/3). 

Sekineh Payvandi tutup usia setelah berbulan-bulan menderita sakit. Ia sudah beberapa hari berada di rumah sakit sebelum menghembuskan nafas terakhirnya.

Sakineh wafat saat negeri para Mullah merayakan Nowruz atau tahun baru Iran.

Berita duka cita ini membuat perundingan negosiasi soal nuklir Iran di Lausanne, Swiss, jadi tertunda.

Para pejabat Iran segera meminta izin untuk kembali ke negaranya untuk menyampaikan bela sungkawa kepada presiden.

Penasihat kepresidenan yang menjadi anggota dari tim negosiasi nuklir Iran, dan juga kerabat Rouhani, Hossein Fereydoun, mengatakan bahwa pembicaraan tersebut akan tetap dilanjutkan pada pekan depan,

"Kami harus meninggalkan perundingan hari ini, tapi akan tetap melanjutkan pembicaraan pekan depan," kata Fereydoun kepadaReuters.[ian/rm]

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...