16 June 2019

Geger, Video Asusila Sesama Jenis Seret Seorang Menteri Malaysia

KONFRONTASI-Publik Malaysia tengah digegerkan sebuah video seks sesama jenis yang viral, yang disebut-sebut menampilkan seorang menteri federal dari Partai Keadilan Rakyat (PKR) yang kini berkuasa dengan seorang pria lainnya. Kepolisian Malaysia diserukan untuk segera menyelidiki video yang beredar luas di media sosial tersebut.

Seperti dilaporkan media lokal Malaysia, The Star dan Malay Mail, Rabu (12/6/2019), ada tiga video yang masing-masing berdurasi 1,5 menit yang beredar luas di media sosial sejak Selasa (11/6) kemarin. Foto-foto yang merupakan potongan dari video tersebut juga viral via WhatsApp.

Video-video itu menunjukkan dua orang pria yang sama-sama telanjang sedang melakukan aktivitas seksual di atas ranjang. Salah satu pria dalam video itu disebut-sebut mirip dengan seorang menteri federal dari PKR, partai yang didirikan tokoh politik Malaysia, Anwar Ibrahim dan kini tergabung dalam koalisi pemerintahan Pakatan Harapan yang dipimpin Perdana Menteri (PM) Mahathir Mohamad.

Tayangan yang menunjukkan potongan percakapan antara dua pria itu juga disertakan dalam video tersebut. Tidak hanya itu, sebuah rekaman audio berdurasi lima menit yang berisi percakapan dua pria itu soal aktivitas seksual, juga beredar luas ke publik dengan cepat.

Anggota Dewan Tertinggi United Malays National Organisation (UMNO) -- kini partai oposisi di Malaysia -- Lokman Noor Adam telah melaporkan video tersebut kepada markas utama Kepolisian Federal Malaysia pada Selasa (11/6) waktu setempat. Dia mengharapkan polisi segera menyelidiki secara menyeluruh video tersebut.

"Polisi harus menyelidiki keaslian video itu, siapa yang menyebarkannya dan juga identitas para aktor yang terlibat," tegasnya seperti dikutip The Star.

Identitas sang menteri yang disebut-sebut ada dalam video seks itu masih samar. Pada Rabu (12/6) dini hari, muncul sebuah video pengakuan dari seorang pria yang mengklaim bernama Mohd Haziq Abdul Aziz, yang mengaku dirinya merupakan sosok pria yang satu ranjang dengan sang menteri dalam video yang viral itu.

Dalam video berdurasi 34 detik tersebut, pria itu menyebut dirinya sebagai Mohd Haziq Abdul Aziz yang diketahui merupakan sekretaris pribadi (sespri) senior untuk Wakil Menteri Industri dan Komoditi Primer Shamsul Iskandar Mohd Akin. Pria itu menyebut pria lain yang bersamanya dalam video sebagai seorang menteri federal. Tidak disebut lebih lanjut nama sang menteri. Pria itu hanya menyebut sang menteri tidak pantas menjadi seorang pemimpin.

"Saya, Haziq Aziz, menyampaikan pengakuan di bawah sumpah bahwa saya ada individu yang bersamanya (sang menteri) dalam video yang viral kemarin. Video itu diambil tanpa seizin saya pada 11 Mei saat pemilu daerah di Sandakan di dalam kamarnya di Hotel Four Points," ucap pria itu dalam video pengakuan tersebut.

"Saya mendorong MACC (Komisi Antikorupsi Malaysia) untuk menyelidikinya (sang menteri) atas korupsi. Dia bukan sosok yang pantas menjadi pemimpin," imbuh pria itu.

Video pengakuan itu diunggah via akun Facebook milik Mohd Haziq Abdul Aziz. Namun Ketua PKR untuk wilayah Santubong, Ahmad Nazib Johari, melontarkan kecurigaan bahwa pria yang mengaku sebagai Haziq Aziz dalam video itu adalah seorang penipu yang berpura-pura menjadi Haziq Aziz. Ahmad menyebut pria dalam video pengakuan itu memiliki perawakan tubuh yang terlalu kekar dan bukan Haziq Aziz yang sebenarnya.

Lebih lanjut, Ahmad mencurigai bahwa akun Facebook milik Haziq Aziz diretas dan orang lain yang mirip dengannya merekam video pengakuan tersebut.

Belum ada tanggapan dari Anwar Ibrahim selaku ketua PKR terkait video ini. Namun PM Malaysia, Mahathir Mohamad, telah memberikan komentarnya. "Saya tidak tahu apapun. Saya baru saja mendengarnya (dari wartawan), saya harus membaca tentang itu. Jika kalian bersedia menjelaskan kepada saya, itu akan bagus," jawab Mahathir saat menanggapi pertanyaan wartawan soal video viral itu di Putrajaya.(mr/dtk)

Tags: 
Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...