10 December 2019

Gedung Putih-Kremlin Akan Bertemu Bahas Dua Masalah Global

Konfrontasi - Presiden Amerika Serikat, Barack Obama, dan Presiden Rusia, Vladimir Putin, dipastikan akan bertemu di New York pekan depan meski kedua belah pihak belum menyepakati prioritas utama apa yang akan dibicarakan.

Pihak Gedung Putih menegaskan pertemuan Obama dan Putin harus fokus pada persoalan di Ukraina timur, di mana gerilyawan pro-Moskow tengah mengangkat senjata melawan pemerintahan di Kiev sehingga memicu sanksi ekonomi kepada Rusia.

Di sisi lain, Kremlin bersikeras bahwa fokus pertemuan sebaiknya membahas soal Suriah. Di negara tersebut, Rusia baru-baru ini meningkatkan kapasitas militernya dengan mengirim sejumlah pesawat tempur, tank, dan peralatan perang lainnya untuk membantu Presiden Bashar al-Assad.

Kepada para wartawan, juru bicara Putin, Dmitry Peskov, mengatakan, tentu saja topik utama pembicaraan adalah Suriah. Saat ditanya apakah Ukraina juga akan mendapat perhatian, dia menjawab ya, jika masih ada waktu."

Pernyataan itu langsung dijawab secara terpisah oleh juru bicara Obama di Washington, Josh Earnest, yang menegaskan bahwa pasti akan ada waktu.

Kedua pemimpin negara besar itu akan berada di New York untuk menghadiri pertemuan Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa pada Senin depan. Peskov sendiri mengungkapkan, keduanya akan bertemu setelah Putin menyampaikan pidatonya sementara Earnest menolak berkomentar mengenai hal tersebut.

Washington dan Moskow juga memberi keterangan berbeda soal siapa yang pertama kali menginisiasi pertemuan. Kremlin menyatakan bahwa pertemuan itu diselenggarakan "dengan persetujuan bersama". 

Namun demikian, Earnest justru mengungkapkan bahwa Putinlah yang meminta terlebih dulu karena Rusia adalah pihak yang lebih butuh untuk berunding dengan Amerika Serikat karena kondisi perekonomian negara tersebut yang belum juga pulih akibat sanksi ekonomi.

Sebelumnya, perjumpaan antara Obama dengan Putin selalu berakhir dengan sikap dingin antara keduanya. Sebagai contoh, pertemuan pada Juni 2013 lalu saat membahas Suriah menghasilkan foto di mana keduanya nampak berjauhan dan murung.

Dalam persoalan Suriah, Putin menegaskan bahwa solusi satu-satunya untuk memerangi terorisme adalah dengan memperkuat "struktur pemerintahan yang efektif" atau dengan kata lain dengan membantu Bashar.

Namun demikian, pihak Washington menyatakan tidak akan mendukung usulan Rusia yang telah disampaikan kepada Dewan Keamanan PBB tersebut. Alasannya, Amerika Serikat khawatir tindakan itu akan memunculkan reaksi negatif dari negara-negara anti-Bashar yang tergabung dalam koalisi serangan udara melawan ISIS. (ant/mg)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...