23 February 2019

Filipina Gelar Referendum di Wilayah Selatan, MILF Yakin Bakal Menang

KONFRONTASI-Kaum Muslim di Filipina selatan memberikan suara, Senin (21/1), untuk referendum otonomi yang sudah lama dinantikan, puncak dari proses peramaian dan mengakhiri konflik puluhan tahun di wilayah yang miskin, dan banyak kelompk Islam garis kerasnya.

Sekitar 2,8 juta rakyat di wilayah Mindanao yang gampak memanas, diminta menjawab apakah mendukung rencana kelompok sempalan dan pemerintah yang akan menciptakan kawasan pemerintahan otonomi atau yang dikenal dengan nama Bangsamoro (negara Moro), mengacu pada nama yang diberikan penjajah Spanyol.

Jawaban "setuju" jelas sangat diharapkan untuk melimpahkan kekuasaan eksekutif, legislatif dan keuangan di kawasan konflik yang selama 40 tahun terakhir telah kehilangan lebih dari 120.000 nyawa, dan menyebabkan wilayah itu menjadi daerah termiskin di Asia serta riskan disusupi kelompok radikal.

Pemerintah pusat akan tetap memegang peran dalam pertahanan, keamanan, kebijakan luar negeri dan kebijakan keuangan serta menunjuk otoritas peralihan yang dijalankan Fron Pembebasan Islam Moro yang (MILF) kelompok sempalan yang diperkirakan akan mendominasi penataan baru setelah pemilu 2022.

"Kami yakin bahwa suara `setuju` akan menang," kata ketua MILF Murad Ibrahim kepada CNN Filipina, Senin (21/1).

"Jika tidak ada manipulasi, tidak ada intimidasi, maka akan ada persetujuan yang luar biasa," dia menambahkan.

Presiden Filipina Rodrigo Duterte memerlukan dukungan yang besar, meskipun masih populer di antara rakyat, namun sejauh ini dia perlu berjuang untuk menempatkan ambisi kebijakannya.

Hasil pemungutan suara diperkirakan akan diketahui pada Jumat (25/1).

Tags: 
Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...