19 May 2019

Filipina Berharap Tiongkok Bisa Diajak Bernegosiasi

Konfrontasi - Hakim Agung Filipina Antonio T. Carpio berharap Tiongkok bisa diajak bernegosiasi untuk menyelesaikan permasalahan kedua negara terkait Laut Tiongkok Selatan.

"Ketika kami sudah siap bernegosiasi, Tiongkok selalu menolak untuk ikut dan menyatakan tidak ada yang perlu didiskusikan karena mereka merasa berdaulat atas Laut China Selatan," ujar Carpio di Gedung Caraka Loka, Jakarta, Kamis (12/3). Dia menyampaikan hal tersebut dalam kuliah umum internasional tentang sengketa Laut Tiongkok Selatan yang diselenggarakan atas kerja sama Kedutaan Besar Filipina di Indonesia dan lembaga Indonesia untuk masalah luar negeri Indonesian Council on World Affairs (ICWA).

Selama ini, dia melanjutkan, Tiongkok bersifat arogan dan semena-mena terhadap Filipina, di tengah upaya diadakannya dialog. Ia juga mengeluhkan sikap Tiongkok terhadap para nelayan Filipina.

Karena itu, kata dia, Filipina tidak bisa menunggu lebih lama lagi untuk menyelesaikan konflik di Laut Tiongkok Selatan karena Tiongkok terus mengklaim wilayah di laut tersebut.

"Kami harus melakukan tindakan terkait hal ini, namun tentu sesuai dengan hukum internasional yang berlaku," ujar Caprio.

Menurut Carpio, situasi-situasi seperti inilah yang membedakan penyelesaian sengketa perbatasan selama 20 tahun antara Filipina dan Indonesia, yang telah dituntaskan pada 23 Mei 2014.

"Saat itu kedua negara saling menghormati satu sama lain dengan tidak melakukan hal-hal secara sepihak yang dapat mengganggu proses dialog yang sedang diadakan," kata Carpio.

Seandainya Tiongkok bisa bersikap seperti Indonesia, tutur Carpio, permasalahan di Laut Tiongkok Selatan dapat diselesaikan tanpa adanya konflik.

Indonesia-Filipina pernah terlibat dalam sengketa perbatasan, yaitu antara Laut Sulawesi dengan Pulau Mindanao. Ratifikasi kesepakatan damai antara kedua negara dilakukan di Istana Malacanang, Manila, Filipina. (ant/ar)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...
Minggu, 19 May 2019 - 20:59
Minggu, 19 May 2019 - 20:58
Minggu, 19 May 2019 - 20:55
Minggu, 19 May 2019 - 20:51
Minggu, 19 May 2019 - 20:42
Minggu, 19 May 2019 - 20:35
Minggu, 19 May 2019 - 20:28
Minggu, 19 May 2019 - 20:24
Minggu, 19 May 2019 - 20:21
Minggu, 19 May 2019 - 20:12
Minggu, 19 May 2019 - 20:05
Minggu, 19 May 2019 - 19:54