18 November 2019

FBI Selidiki Kemungkinan Terorisme di Penembakan Klub Gay Florida

Konfrontasi - Teror penembakan terjadi di klub hiburan malam untuk kaum gay di Florida, Minggu (12/6/2016). Insiden itu adalah kejadian tragis kedua yang mengejutkan warga Orlando, Florida setelah penembakan penyanyi Christina Grimmie, 22 tahun, usai konsernya oleh seorang pria Florida berusia 27 tahun. 

Peristiwa penembakan pertama terungkap dalam posting klub gay itu dalam laman Facebook-nya, Pulse Orlando.

"Semua orang keluar dari Pulse dan teruslah berjalan."

Dari komentar-komentar yang diposting disebutkan bahwa seorang pria mulai menembaki kerumunan pengunjung yang berjoget sejak pukul 2.00 waktu setempat.

Status itu direspons oleh sejumlah kendaraan darurat, termasuk tim anti-bom dan bahan berbahaya Orlando.

Berikut kabar terbaru menurut kantor berita Associated Press:

04.50 - Polisi Orlando menyatakan mereka merespons penembakan di klub malam di Florida. Sejumlah akun Twitter resmi menyatakan berbagai luka dilaporkan menyusul insiden di klub malam Pulse Orlando dekat Jalan Raya Orange dan Kaley. 

5:15 - Polisi mengatakan suara keras terdengar dari klub di Florida adalah ledakan yang terkendali. Lewat akun Twitter, polisi Orlando minta media menghindari ketidakakuratan dalam pemberitaan.

5:55 - Polisi mengatakan pelaku penembakan di klub malam Florida sudah mati. Belum jelas bagaimana pelaku tewas. Polisi menggambarkan penembakan adalah situasi dimana banyak korban berjatuhan. Disebutkan pula bahwa aparat lokal, negara bagian dan federal semua terlibat dalam penyelidikan.

07:15 - Kepala Kepolisian Orlando John Mina menyatakan penembak bersenjata senapan serbu, pistol dan beberapa jenis lainnya. Pelaku sempat beradu tembak dengan aparat penjaga klub, lalu masuk kembali dan menyandera sejumlah pengunjung pada pukul 2 dini hari. Tiga jam kemudian tim SWAT memutuskan untuk masuk dan menyelamatkan para sandera. Penembak mati dalam baku tembak.

07.25 - Polisi mengatakan 20 orang tewas, dan sedikitnya 42 luka-luka. Juru bicara FBI mengatakan peristiwa itu masih diselidiki sebagai tindakan terorisme. (tmp/mg)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...