26 August 2019

Facebook Bongkar Bukti Keterlibatan Rusia di Pilpres AS

Konfrontasi - Facebook mengumumkan petugas Rusia membuat 129 acara di jaringan media gaulnya selama kampanye Pemilihan Presiden Amerika Serikat (AS) pada 2016, demikian kesaksian Facebook kepada Kongres, yang memberikan titik terang terhadap dorongan disinformasi oleh Rusia kepada pemilih AS.

Industri media sosial itu, dalam pernyataan tertulis kepada anggota parlemen AS yang disiarkan pada Kamis (25/1/2018) dan 8 Januari 2018, mengemukakan bahwa 338.300 alamat Facebook berbeda melihat acara tersebut, dan ada 62.500 ditandai bahwa mereka akan hadir.

Namun, perusahaan media jejaring sosial tersebut mengatakan tidak memiliki data tentang acara yang terjadi.

Jaringan terbesar media gaul di dunia tersebut mengungkapkan bahwa pada September 2016 pihak Rusia membuat "beberapa acara, yang diiklankan".

Salinan halaman acara, yang telah muncul sejak saat itu, menunjukkan bahwa setidak-tidaknya beberapa di antaranya adalah unjuk rasa politik berpusat pada topik memecah belah, seperti imigrasi.

Rusia menyangkal kesimpulan badan intelijen AS bahwa mereka mencoba untuk ikut campur dalam demokrasi AS.

Facebook menyampaikan rinciannya ke Kongres bulan ini sebagai tanggapan atas pertanyaan tertulis dari Komite Intelijen Senat AS.

Pihak Facebook melaporkan bahwa mereka telah menemukan "tumpang tindih" antara pemasaran dalam jaringan yang dilakukan pada 2016 oleh agen Rusia dan oleh pendukung kampanye Presiden Donald Trump, serta menyebutnya "tidak signifikan."

Perusahaan tersebut mengatakan bahwa pihaknya tidak berada dalam posisi untuk membenarkan atau membantah tuduhan adanya kolusi antara kedua kubu tersebut.

Trump menyangkal adanya kolusi dan telah menyebut penyelidikan oleh panel kongres dan penasihat khusus sebagai perburuan pihak yang yang memiliki paham berseberangan.

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...