25 February 2020

Ekonomi China Memburuk, AS Alternatif Utama Ekspor RI

KONFRONTASI-Pelemahan ekonomi RRC alias  Tiongkok memang berdampak namun tak perlu dirisaukan. Pasalnya, nilai ekspor non migas ke negeri bambu itu, masih di bawah AS.

Beberapa waktu lalu, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suryamin, memaparkan perolehan ekspor selama Juni 2015. Mau tahu hasilnya? Negeri Paman Sam tetap mendominasi ekspor produk Indonesia sebesar US$ 1,38 miliar.

"Setelah AS, baru Tiongkok sebesar 1,23 miliar dolar AS dan Jepang 1,11 miliar dolar AS," kata Suryamin.

Kalau di total, lanjut Suryamin, nilai ekspor non migas ke tiga negara sumbu ekonomi dunia itu, mencapai US$ 3,72 miliar. Atau setara dengan 31,09% total ekspor produk non migas Indonesia. "Sementara ekspor ke Uni Eropa (27 negara) sebesar US$ 1,39 miliar," terang Suryamin.

Dikatakan Suryamin, periode Januari-Juni 2015, Amerika Serikat merupakan negara tujuan ekspor terbesar dengan nilai sebesar US$ 7.832,8 juta (11,47%), sedangkan Jepang dengan nilai US$ 6.722,6 juta (9,84%) dan Tiongkok sebesar US$ 6.645,5 juta ( 9,73% ).

Dari paparan itu, ketika perekonomian Tiongkok tersungkur, memang betul berdampak kepada Indonesia. Karena, ya itu tadi, nilai ekspor ke Tiongkok bakal susut.

Akan tetapi, susutnya tentu tidak lantas menjadi pukulan telak bagi perekonomian Indonesia. Karena, Indonesia bisa menggenjot ekspor ke negara lain, semisal AS dan Jepang.

Saat ini, terdapat tiga komoditi menjadi produk ekspor terbesar selama Juni 2015, yakni lemak dan minyak hewan/ nabati, bahan bakar mineral, serta mesin/peralatan listrik.

Sedangkan ekspor nonmigas hasil industri pengolahan selama Januari-Juni 2015, melorot 6,36% di banding periode yang sama 2014. Untuk ekspor hasil tambang dan lainnya mengalami penurunan 9,80%, dan ekspor hasil pertanian naik 1,35%. [ipe]

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...