14 November 2019

AS Desak China Tekan Pyongyang untuk Kembali ke Meja Perundingan

KONFRONTASI-Wakil Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) untuk Urusan Keamanan Indo-Pasifik, Randall Schriver mendesak China untuk meningkatkan penegakan sanksi terhadap Korea Utara (Korut). Dia juga berharap China mengambil langkah lain untuk menekan Pyongyang agar lebih konstruktif dalam pembicaraan dengan AS.

China adalah tetangga dan sekutu utama Korut. Beijing juga adalah penandatangan sanksi keras terhadap Pyongyang atas uji coba nuklir dan misilnya di masa lalu, tetapi telah mendesak Washington untuk mengadopsi pendekatan yang lebih kondusif untuk dialog dan menyarankan agar pemberian sanksi dipertimbangkan.

Berbicara dalam sebuah konferensi di Washington, Schriver menuturkan bahwa ada beberapa celah dalam penegakan sanksi China terhadap Korut, terutama ketika menyangkut pengontrolan pengiriman barang-barang terlarang dari kapal ke kapal di perairannya.

"Kami ingin mereka berbuat lebih baik. Minimal, penegakan sanksi, tapi saya pikir ada cara lain China dapat membantu menekan Pyongyang untuk menjadi peserta yang lebih konstruktif dalam perundingan, jika mereka melanjutkan, dan kami tidak melihat ini sekarang," ucapnya, seperti dilansir Reuters pada Rabu (16/10/2019).

Awal bulan ini, AS dan Korut mengadakan pembicaraan tingkat kerja pertama mereka sejak pertemuan puncak pada Februari antara Presiden AS, Donald Trump dan pemimpin Korut, Kim Jong Un. Tetapi, Korut kemudian menuduh pihak AS tidak fleksibel dan belum mengatakan jika mereka akan menghadiri putaran pembicaraan lain.

Korut memberikan waktu hingga akhir tahun kepada AS untuk merubah pendekatan mereka. Jika AS gagal memenuhi tuntutan tersebut, Korut memastikan bahwa tidak akan ada lagi pembicaraan denuklirisasi.[mr/snd]

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...