11 December 2019

China Tuduh Pimpinan HAM PBB Ikut Campur Kerusuhan di Hong Kong

Konfrontasi - China menuduh Ketua Komisioner Tinggi HAM PBB Michelle Bachelet melakukan campur tangan tidak pantas dalam urusan kerusuhan di Hong Kong. Tuduhan itu muncul setelah Bachelet menyerukan penyelidikan atas dugaan penggunaan kekerasan berlebihan oleh polisi di Hong Kong.

Misi China untuk PBB di Jenewa menyatakan, Bachelet menulis dalam tajuk opini di harian South China Morning Post yang menyebut tindakan polisi Hong Kong salah dan melanggar tujuan dan prinsip Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa.

"Artikel itu memuat komentar yang tidak pantas tentang situasi Daerah Administratif Khusus Hong Kong (dan) mencampuri urusan dalam negeri China," bunyi pernyataan misi China untuk PBB, seperti dilaporkan AFP, Minggu (1/12/2019).

Disebutkan, China sudah mengajukan perwakilan kuat dengan kantor hak asasi PBB di Jenewa.

Dalam artikel yang diterbitkan Sabtu (30/11) itu, Bachelet mendesak pihak berwenang di Hong Kong untuk melakukan investigasi yang dipimpin oleh hakim independen dan imparsial yang adil terhadap laporan penggunaan kekuatan berlebihan oleh polisi.

Protes Hong Kong dipicu oleh kemarahan selama bertahun-tahun atas semakin terkikisnya kebebasan di Hong Kong akibat pengekangan China.

Berulang kali terjadi bentrokan antara polisi dan pengunjuk rasa, yang menyerukan penyelidikan terhadap polisi dan demokrasi yang penuh.

China membantah menghilangkan kebebasan Hong Kong dan menggambarkan protes tersebut sebagai "revolusi warna" yang didukung asing, yang bertujuan mengacaukan daratan China.

Misi China di PBB menyebut artikel Bachelet hanya akan mendorong para perusuh untuk melakukan kekerasan radikal yang lebih parah. (inws/mg)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...