18 November 2019

China Terus Didesak Bebaskan Peraih Nobel yang Sedang Sakit

KONFRONTASI-Dunia internasional terus menekan China agar membebaskan pemenang Nobel, Liu Xiaobo, yang kini mengidap kanker sehingga disarankan mencari perawatan di luar negeri.
 
Informasi resmi dari rumah sakit menunjukkan bahwa pejuang demokrasi itu hampir meninggal dunia.
 
Amerika Serikat (AS) dan Jerman menyuarakan keprihatinan atas penulis berusia 61 tahun setelah rumah sakit yang merawatnya mengatakan, pada Rabu 12 Juli 2017, bahwa dia mengalami kegagalan organ dan kesulitan bernafas.
 
Para dokter berkata, Liu harus menjalani ventilasi buatan agar tetap hidup. Namun keluarganya menolak, menurut Rumah Sakit Utama China Medical University di kota timur laut Shenyang.
 
Sejumlah kelompok hak asasi manusia telah mengecam kurangnya laporan independen mengenai kesehatan Liu. Mereka menuduh pihak berwenang memanipulasi informasi tatkala lokasi rumah sakit yang dijaga ketat menjadi satu-satunya sumber pembaruan medis.
 
Para pejabat belum mengatakan di mana Liu dirawat. Namun setidaknya lima petugas polisi menjaga bagian onkologi rumah sakit, Kamis, memantau akses ke unit tersebut. Beberapa lagi terlihat di tempat lain di dalam dan di luar gedung.
 
Liu, yang dijatuhi hukuman 11 tahun penjara karena 'subversi' pada 2009, dirawat di rumah sakit awal bulan lalu setelah dia dipindahkan dari penjara karena kanker hati stadium akhir.
 
Istrinya, penyair Liu Xia, sudah menemani  dirinya, namun kemampuannya untuk berkomunikasi dengan dunia luar terbatas. Pihak berwenang menahannya dalam tahanan rumah sejak 2010.
 
"Kami tetap khawatir bahwa baik Liu dan keluarganya tidak dapat berkomunikasi dengan dunia luar dan bahwa dia tidak bebas mencari perawatan medis atas pilihannya," juru bicara Gedung Putih Sarah Huckabee Sanders mengatakan, Rabu.
 
Juru bicara pemerintah Jerman Steffen Seibert mengatakan Berlin, "siap menjadi tuan rumah dan secara medis merawat dia".
 
"Pembaruan kesehatan Liu mengangkat pertanyaan apakah kanker itu seharusnya didiagnosis dan diobati jauh lebih awal," kata Seibert, seperti disitir AFP, Kamis 13 Juli 2017.
 
Presiden Taiwan Tsai Ing-wen juga meminta Beijing agar membebaskan Liu dan mengulangi tawarannya agar Liu diobati di pulau otonom tersebut.
 

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...