23 March 2017

Capres Amerika, Hillary Clinton Ingin jadi Pembela Rakyat Biasa

KONFRONTASI - Hillary Clinton, Minggu waktu setempat meluncurkan kampanyenya guna menjadi perempuan pertama yang bertahta di Gedung Putih.

Sudah lama diperkirakan bakal menjadi calon presiden pilihan Partai Demokrat, masuk resminya Clinton dalam pacuan menjadi presiden AS berikutnya telah membebaskan gerak mesin penggalangan dananya untuk memperkuat dia dalam menangkis serangan kubu Republik.

Tujuh tahun setelah nominasi yang dikandaskan Barack Obama, mantan menteri luar negeri dan ibu negara ini masuk pacuan dengan masih menjadi favorit Demokrat ketika kubu pesaing Republik masih sibuk memilih calon-calonnya.

"Saya mencalonkan diri sebagai presiden," kata Clinton dalam posting video dalam lamannya yang dengan cepat menyebar ke mana-mana.

"Rakyat biasa Amerika membutuhkan juara, dan saya ingin menjadi juara itu," kata dia dalam klip video berdurasi dua menit yang menampilkan keluarga-keluarga kelas menengah dari berbagai latar belakang yang menyampaikan pelbagai macam aspirasi mereka.

Clinton akan menghabiskan enam sampai delapan pekan ke depan sebagai periode pemanasan dengan membangun organisasi akar rumput dan terhubung langsung dengan para pemilih.

Kampanye dan pidato penting pertamanya tak akan dimulai sampai Mei mendatang, kata timnya. Namun Clinton menekankan akan turun menjadi orang biasa demi meraih suara para pemilih.

Dia akan menuju Iowa Selasa nanti untuk menggelar pertemuan meja bundar kecil untuk membicarakan bagaimana menggerakkan perekonomian sehingga rakyat biasa Amerika dan keluarga-keluarganya bisa benar-benar berada di depan dan terus di depan.

Pengumumannya ini tak pelak lagi memicu banjir donasi dari para pendukung yang sudah lama menantikan dia resmi masuk pacuan Pilpres, yang akan membuat mereka berkontribusi langsung pada Pemilihan Presiden 2016.

Namun pengumuman itu juga mengundang perlawanan keras kubu Republik, termasuk dari Komite Nasional Republik yang menyebut Clinton "menyimpan serangkaian rahasia, skandal, dan kebijakan yang keliru yang tidak bisa dihapus dari pikiran para pemilih."

"Kami harus lebih baik ketimbang Hillary," cuit mantan gubernur Florida Jeb Bush, hanya satu menti setelah Clinton memposting pengumumannya kepada 3,2 juta follower Twitter-nya. Ini melukiskan bakal terjadi perang yang hebat di media sosial pada Pemilu November 2016.

Pendekatan rendah hati

Kampanye Clinton yang sudah dinanti-nanti itu telah dikelola secara diam-diam selama berbulan-bulan di mana para staf dan penasihat kunci menyusun rencana aksi dan strategi kampanye.

Sabtu lalu dia mendapat pujian dari Obama yang mengatakan dia akan menjadi "presiden yang hebat."

Namun para pakar memperingatkan Clinton untuk harus menata dirinya dalam bagaimana dia terkait dengan Obama yang popularitasnya turun 50 persen dalam dua tahun terakhir.

Pendekatan lembut a al Obama yang lebih senang menjumpai kelompok-kelompok kecil pemilih di jantung pemilihnya menjadi kebalikan dari jargon Clinton Inc. yang ahirnya gagal pada Pilpres 2008.

Mantan senator dan istri mantan presiden Bill Clinton itu sendiri memimpin jajak pendapat dalam Demokrat dengan 60 persen mengaku akan memilihnya pada pemilihan capres Demokrat, tulis laman RealClearPolitics.

Pendekatan yang rendah hati telah memupus keraguan pada Clinton dalam beberapa pekan terakhir, setelah dia mengaku menggunakan akun email pribadi selagi menjadi Menteri Luar Negeri dari 2009 sampai 2013 dan bahwa yayasan amal keluarganya menerima jutaan dolar AS dari pemerintah-pemerintah asing.

Namun dia harus bersiap diri terhadap pertanyaan-pertanyaan tidak nyaman dari para pemilih mengenai berbagai isu seperti beragam skandal di masa lalunya.

Kritik Republik

Clinton yang sudah berada pada percaturan politik Amerika selama seperempat abad, menghadapi kritik keras kubu Republik, namun pengumuman pencalonannya membuat dia mempunyai platform dalam menangkal kritik-kritik Republik.

Senator Rand Paul, yang pekan lalu mengumumkan turut dalam pencalonan presiden AS, Minggu, meluncurkan iklan serangan pertamanya dengan menyebut Clinton "lambang buruk mesin Washington: arogansi kekuasan, korupsi dan penutup-nutupan, konflik kepentingan dan kepemimpinan gagal beserta konsekuensi-konsekuensi yang tragis."

Senator Konservatif Ted Cruz bulan lalu melancarkan kampanye presidensial menghebohkan, sedangkan Senato Republik lainnya Marco Rubio berencana mengumumkan pencalonannya Senin waktu AS.

Jeb Bush yang adalah anak dan adik dari dua mantan presiden AS akan menyampaikan pencalononannya beberapa pekan mendatang.

Dari kubu Demokrat, Wakil Presiden Joe Biden dan mantan gubernur Maryland Martin O'Malley secara terbuka berhasrat mencalonkan diri, namun pengumuman Clinton tak mendapatkan tantangan berarti dari dalam partai Demokrat.

Tiga senator Demokrat Barbara Boxer, Barbara Mikulski dan Tim Kaine segera mendukung Clinton yang juga adalah mantan senator.

Clinton yang bertambah statusnya sebagai nenek (karena baru saja memiliki cucu) memimpin jajak pendapat dalam Demokrat, namun pakar politik terkenal Nate Silver menyebut Pilpres 2016 akan seimbang, demikian AFP.[ant]

Category: 

loading...

Berita Terkait

Baca juga


Loading...