21 November 2017

Bukti Pendukung sudah Banyak, Myanmar Tetap Bantah Lakukan Genosida Warga Rohingya

Konfrontasi - Lembaga pembela hak asasi Amnesty International mengatakan dalam bukti foto satelit terbaru serta video dari wilayah Rakhine, Myanmar, terlihat api masih membakar desa-desa tempat tinggal warga Rohingya.

Sejumlah saksi, foto, serta laporan juga memperlihatkan pasukan keamanan Myanmar masih terus memasang ranjau darat di perbatasan Bangladesh, seperti dilansir laman Sydney Morning Herald, Sabtu (23/9/2017).

Amnesty menyatakan sumber mereka di Rakhine mengklaim kebakaran yang terlihat dari foto satelit itu terjadi Jumat sore kemarin dan dilakukan oleh aparat keamanan Myanmar serta kelompok massa. 

"Bukti dari lapangan dan foto satelit ini membantah pernyataan tegas Aung San Suu Kyi kepada dunia," ujar Tirana Hasan, direktur Amnesty dalam pernyataannya tadi malam.

Sebelumnya tiga hari lalu pemimpin Myanmar Aung San Suu Kyi menyatakan operasi militer di desa-desa Rohingya sudah dihentikan dan tentara juga membantah mereka memasang ranjau di sepanjang perbatasan.

"Rumah-rumah warga Rohingya dan desa mereka masih terus dibakar, dari mulai sebelum mereka mengungsi, saat mengungsi dan setelah mereka mengungsi. Myanmar tampaknya ingin memastikan warga Rohingya tidak punya tempat lagi untuk kembali," kata Tirana.

"Apa pun alasannya, tidak dibenarkan menggunakan ranjau darat yang bisa melukai dan membunuh warga sipil ketika sedang mengungsi," kata Steve Goose dari Human Right Watch yang menjadi Kepala Kampanye Internasional Melarang Ranjau (ICBL).

Kelompok penyokong antiranjau mengatakan Myanmar adalah salah satu dari sedikit negara yang menolak menandatangani perjanjian internasional Larangan Penggunaan Ranjau.

Kekerasan militer Myanmar dan sekelompok massa sejak 25 Agustus lalu telah menyebabkan 429 ribu warga Rohingya mengungsi ke Cox Bazar, Bangladesh. (mrdk/mg)

Category: 

SCROLL KE BAWAH UNTUK MEMBACA BERITA LAINNYA


loading...

Related Terms



loading...

Baca juga


Loading...