27 May 2019

Biadab, Teroris Bantai Umat Muslim di Selandia Baru yang Sedang Shalat Jumat

Brenton Tarrant, pelaku pembantaian

KONFRONTASI-Serangan teror menimpa kaum muslim di Selandia Baru yang tengah menunaikan Shalat Jumat. Pelaku teror penembakan massal di dua masjid di Kota Christchurch, Selandia Baru, Jumat (15/3/2019), diduga adalah penganut paham supremasi kulit putih. Hal ini diungkapkan dalam laporan Daily Mail. Pelaku juga diduga berkebangsaan Australia dan berusia 28 tahun.

Bahkan saat melakukan aksinya, pelaku yang mengidentifikasi dirinya sebagai Brenton Tarrant, juga mengunggah aksi kejinya dalam siaran video langsung di media sosial. Dalam siaran video itu dia terlihat memasuki Masjid Al Noor di Christchurch pukul 13.30 waktu setempat saat Jumatan sedang berlangsung dan langsung menebar tembakan dari senapan yang dibawanya. Video yang disiarkan di akun Facebook-nya itu berdurasi 17 menit.

Siaran langsung di Facebook itu berlangsung sejak sebelum pelaku melakukan aksinya. Dia merekam dirinya sendiri masuk ke dalam mobil dengan mengenakan pakaian pelindung bergaya militer dan helm, lalu mengatakan, “Ayo kita mulai pestanya.” Dia juga menunjukkan sejumlah senjata api laras panjang yang ditulisi nama-nama orang yang dulu menjadi pelaku teror penembakan massal dan kota tempat mereka beraksi.

Setiba di masjid sasarannya, pelaku mengambil salah satu senjata laras panjang dari dalam mobil, berjalan ke pintu, dan langsung menembak ke arah jemaah di dalam. Masjid Al Noor yang disasarnya memiliki kapasitas hingga 300 orang. Dia cukup lama ada di dalam masjid dan sempat beberapa kali mengisi ulang senjatanya sebelum kemudian kembali ke mobil dan pergi. Di luar dia masih sempat pula menembaki orang yang ada di halaman.

Pelaku juga mengunggah pernyataan sebanyak 27 halaman di Twitter sebelum melakukan aksinya. Di dalamnya dia menyebut terinspirasi oleh sejumlah aksi teror penembakan lain sebelum ini, salah satunya penembakan massal yang dilakukan Anders Breivik yang menewaskan 77 orang di Norwegia pada 2011. Dia menyatakan membenci muslim dan mengutuk semua orang yang berpindah agama sebagai pengkhianat.

Dia juga menyebut alasan aksinya dengan menyakan “… ingin menunjukkan ke semua pendatang [dalam pernyataan itu disebut sebagai invaders atau penyerbu] bahwa negeri kita takkan pernah jadi negeri mereka, tanah air kita adalah milik kita dan selama orang kulit putih masih hidup mereka TIDAK AKAN PERNAH merebut negeri kita dan mereka takkan pernah menggusur rakyat kita.”

“Memang ini aksi teroris, tapi menurut saya ini aksi terhadap kekuatan penjajah,” kata dia pula.

Pelaku juga menyatakan terinspirasi oleh Candace Owens, seorang tokoh supremasi kulit putih yang terkenal sebagai salah satu pendukung Presiden Amerika Serikat Donald Trump. “Orang yang paling mempengaruhi saya adalah Candace Owens, tiap kali dia bicara saya terpesona dengan ketajaman pandangannya,” kata dia..(mr/solo)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...