15 December 2019

Berperan dalam Kekerasan terhadap Rohingya, Facebook di Myanmar seperti "Binatang Buas"

KONFRONTASI - Tim Pencari Fakta PBB untuk Myanmar menyatakan bahwa Facebook secara substansial berperan dalam penyebaran kebencian dan kekerasan terhadap Muslim Rohingya di Myanmar.

Seperti dikutip IRNA, Kamis (15/3/2018), Ketua Tim Pencari Fakta PBB untuk Myanmar, Marzuki Darusman mengatakan, Facebook di Myanmar telah berubah menjadi 'binatang buas' di mana lebih dari 700 ribu Muslim Rohingya berada di ambang kematian.

Sementara itu, pakar PBB untuk Myanmar, Yanghee Lee mengatakan bahwa Facebook adalah bagian besar dari kehidupan masyarakat Myanmar dan pemerintah menggunakannya untuk menyebarkan informasi kepada publik.

"Kelompok Buddha ultranasionalis memiliki Facebook sendiri dan benar-benar menghasut banyak kekerasan dan kebencian terhadap Rohingya atau etnis minoritas lainnya," tambahnya.

"Saya khawatir Facebook sekarang berubah menjadi binatang buas, dan bukan seperti semula," ungkapnya.

Kekerasan militer Myanmar terhadap Muslim Rohingya di Provinsi Rakhine, yang dimulai sejak 25 Agustus 2017, telah membuat ribuan orang tewas dan terluka serta lebih dari 800.000 orang terpaksa melarikan diri ke Bangladesh.

PBB dalam sebuah laporan menyatakan bahwa militer Myanmar sedang melakukan genosida terhadap Muslim Rohingya di Rakhine.[ian/pars]

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...