16 October 2019

Bantuan Gempa dari Taiwan Ditolak Pemerintah Nepal, Kenapa?

KONFRONTASI-Wakil Menteri Luar Negeri Taiwan, Andrew Kao, menyampaikan bahwa pemerintah Nepal menolak tawaran bantuan kemanusiaan yang ditawarkan negaranya.

Laman Focus Taiwan, Senin, 27 April 2015 melansir Andrew menyebut Kathmandu sejauh ini hanya meminta bantuan pencarian dan penyelamatan dari negara tetangga seperti Tiongkok, India, dan Pakistan. Nepal juga beralasan kurangnya penerbangan langsung dan hubungan diplomatik di antara kedua negara sehingga menolak tawaran tersebut.

Harian New York Times melansir Taiwan justru khawatir penolakan yang ditunjukkan Nepal, karena mereka tidak ingin menyinggung Tiongkok. Negeri Tirai Bambu masih menganggap Taiwan sebagai bagian dari teritori mereka, sehingga membatasi pengakuan dari dunia internasional.

Tiongkok menolak  memiliki hubungan bilateral dengan negara yang mengakui Taiwan sebagai negara. Mereka juga menekan organisasi internasionall agar tidak mengakui Taiwan sebagai sebuah negara mandiri.

Padahal, Taiwan memiliki pengalaman menghadapi beberapa kali bencana gempa dan mempunyai personel respons darurat yang terlatih. Kendati begitu, Kemlu Taiwan pada Selasa kemarin tetap mengerahkan sebuah tim dari Aksi Kesehatan Internasional yang mengawasi bantuan medis kemanusiaan darurat yang dikirim ke sana.

Selain itu, sebuah tim bersama yang dikelola secara mandiri dari tiga organisasi amal juga akan tiba di Nepal pada hari ini. Selain itu, dua yayasan asal Taiwan juga mengirimkan bantuan medis.

Sementara, juru bicara Kemlu Nepal, mengatakan mereka tidak mengetahui adanya tawaran dari Pemerintah Taiwan untuk membantu Nepal. Selain datang dari negara tetangga, bantuan kemanusiaan juga dikirim dari negara yang lebih jauh seperti Israel, Amerika Serikat, Inggris, Jepang dan Finlandia. Bantuan tersebut tengah menuju ke Nepal.

Indonesia sendiri juga akan mengirimkan bantuan dan personil medis yang paling cepat akan dikirimkan hari Jumat ini.[mr/viva]

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...