18 September 2019

Bangladesh Kecam Tindakan Myanmar Tunda Pemulangan Rohingya

KONFRONTASI-Perdana Menteri Bangladesh Sheikh Hasina mencela Myanmar karena menunda pemulangan pengungsi Rohingya ke Myanmar.

Sekitar 740 ribu pengungsi Rohingya kini tinggal di penampungan yang penuh sesak dan pengap di Bangladesh. Banyak yang masih tetap takut pulang ke Myanmar di mana Muslim yang minoritas sudah puluhan tahun ditindas dan hak mereka semakin dikurangi.

Komentar PM Bangladesh merupakan sinyal bahwa kesabaran negaranya sudah semakin tipis. Bangladesh dan Myanmar menandatangani perjanjian repatriasi (pemulangan) bulan November 2017, namun nyatanya sebegitu jauh belum ada Rohingya yang dengan rela mau pulang.

"Masalahnya terletak pada Myanmar karena tidak mau menerima kepulangan Rohingya," kata Sheikh Hasina dalam jumpa pers, seperti dilaporkan VOA, Selasa (11/6/2019), mengutip kantor berita AFP.

Hasina juga mengkritik badan-badan bantuan internasional yang bertugas di perkampungan pengungsi di Coxs Bazar. Badan bantuan itu menentang pemulangan paksa dengan arti mereka tidak berminat mengakhiri krisis pengungsi itu.

"Masalahnya sebagaimana saya lihat ialah berbagai badan bantuan internasional itu yang memberi layanan sukarela atau kerja di Coxs Bazar tidak ingin ada pengungsi yang pulang ke asal mereka. Jadi masalah utamanya ada di sana," kata Sheikh Hasina.

Bangladesh sudah mengatakan tidak akan memaksa Rohingya pulang ke Myanmar. Tetapi Sheikh Hasina meminta dilakukan penyelidikan terhadap siapa yang menggerakkan aksi protes menentang pemulangan yang terjadi di perkampungan yang kumuh itu. "Siapa yang menggerakkannya?" tanyanya.(mr/inl/voa)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...