22 August 2019

Australia "Bebaskan" Wartawan Al Jazeera di Mesir

Konfrontasi - Menteri Luar Negeri Australia, Julie Bishop, mengatakan Australia sedang berunding dengan pemerintah Mesir untuk membawa pulang wartawan stasiun televisi Al Jazeera Peter Greste, Rabu (7/1).

Ia mengatkaan Greste berada "situasi yang sama" dengan Mohamed Fahmy warga Kanada kelahiran Mesir, yang dihukum bersama dengan warga Australia dengan hukuman tujuh tahun penjara karena dituduh memfitnah Mesir dan membantu kelompok garis keras Islam yang telah dilarang dalam satu kasus yang memicu kecaman internasional.

Kolega Mesir mereka (wartawan) di Aljeera Baher Mohamed dihukum 10 tahun penjara.

Pada Selasa Menteri Luar Negeri Kanada John Baird mengatakan Ottawa sedang "bekerja sama erat dengan pejabat senior Mesir dengan diplomasi pada satu "tahap penting".

"Menlu Kanada dan saya telah menjadi wakil-wakil atas nama para warga masing-masing dan saya telah berembuk dengan menteri luar negeri Mesir," kata Bishop kepada wartawan.

Ia mengatakan ia tidak dapat mengatakan kapan Greste mungkin pulang ke Australia, tetapi menambahkan "Kita tentu terus berunding dengan pemerintah Mesir pada tingkat paling tinggi".

Saudara kandung Fahmy mengatakan satu permohonan telah disampaikan agar ia dideportasi dari Mesir berdadarkan undang-undang baru yang ditandatangani oleh Presiden Abdel Fattah al-Sisis.

Pengacara Greste mengatakan ia telah mengajukan satu permohonan yang sama, sementara istri Mohamed mengatakan ia juga sedang mencari jalan agar suaminya ke luar dari Mesir.

Pengadilan tinggi Mesir memerintahkan penyidangan ulang kasus itu Kamis lalu. Semua tiga wartawan itu tetap ditahan sambil menunggu sidang baru. (akt)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...