23 May 2017

Apakah Sengketa Laut China Selatan Pertikaian Antara Tiongkok dan ASEAN?

Kapal Tiongkok beraktivitas di wilayah sengketa Kepulauan Paracel, Laut China Selatan. (Foto: AFP)

KONFRONTASI -  Sengketa Laut China Selatan bukan dan tidak akan pernah merupakan persoalan antara Tiongkok dan Perhimpunan Negara-negara Asia Tenggara (ASEAN). Demikian disampaikan juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Lu Kang, Selasa (10/1/2017) seperti dikutip Antara.

Wakil Menteri Luar Negeri Filipina Enrique Manalo mengatakan Kamis pekan lalu bahwa putusan penengahan sengketa soal masalah Laut China Selatan tidak akan menjadi agenda pembicaraan pertemuan puncak ASEAN tahun ini. Tiongkok menyambut baik pernyataan pemerintah Filipina tersebut, kata Lu.

Filipina tahun ini menjabat sebagai presiden bergilir ASEAN. Filipina pada 2013 mengajukan permintaan penengahan sengketa dengan Tiongkok ke Pengadilan Arbitrasi Permanen (PCA).

PCA pada 12 Juli tahun lalu mengeluarkan putusan setebal 479 halaman menyangkut kasus Laut China Selatan. Putusan itu memberikan dukungan kepada Filipina. Tiongkok menyatakan keputusan PCA "gugur dan batal".

Tiongkok tetap menganggap pengadilan internasional itu tidak memiliki wewenang menyangkut kasus
kedaulatan wilayah dan penetapan garis batas maritim di Laut China Selatan. Lu mengatakan masalah Laut China Selatan hanya terkait antara Tiongkok dan beberapa negara ASEAN, bukan Tiongkok dengan ASEAN.

Tiongkok, kata Lu, bertekad untuk menyelesaikan sengketa Laut China Selatan dengan negara-negara terkait secara langsung melalui perundingan. Tiongkok juga akan bekerja sama dengan negara-negara ASEAN untuk menjaga perdamaian dan stabilitas di kawasan.

"Tahun ini merupakan peringatan ke-50 pembentukan ASEAN dan Tiongkok selalu menganggap ASEAN memiliki peranan penting dalam hubungan di kawasan. Tiongkok siap meningkatkan dialog dengan Filipina dan mendukung tugas negara itu sebagai ketua ASEAN," kata Lu.

Tiongkok akan bekerja sama dengan negara-negara ASEAN untuk memusatkan perhatian pada pembangunan dan kerja sama, menangani masalah-masalah sensitif serta mendorong terciptanya kemajuan baru pada hubungan Tiongkok-ASEAN serta kerja sama Asia Timur.(Juft/Metro)

Category: 

loading...


News Feed

Loading...