23 November 2017

Ini yang Disampaikan Trump Dalam Konferensi Pers Pertamanya

KONFRONTASI -  Akhirnya, yang ditunggu-tunggu, yakni konferensi pertama Presiden AS terpilih Donald Trump terjadi juga tadi malam (11/1). Dalam sambutannya, Trump mengecam memo publikasi tak bertanggungjawab yang menuduh pemerintah Rusia mengumpulkan informasi yang berpotensi merusak dirinya.

Selain itu, Trump menegaskan, dirinya akan menarik diri dari segala bentuk bisnis untuk menghindari konflik kepentingan.

Konferensi pers pertama Trump ini memang sudah dijadwalkan, sehingga dia bisa menjelaskan secara detil bagaimana dia akan menangani kerajaan bisnisnya. Sekadar informasi, saat ini, Trump memiliki lebih dari 500 perusahaan dengan nilai aset US$ 3,6 miliar.

Selain itu, Trump juga memiliki utang yang mencapai US$ 600 juta dan berhubungan dengan lebih dari 20 negara.

Trump menjelaskan, dirinya akan mengundurkan diri dari seluruh posisi di Organisasi Trump. Kendati demikian, dia tidak akan melakukan divestasi kepemilikannya di perusahaan.

Konferensi pers yang dihelat malam tadi di Trump Tower, Manhattan, tersebut didominasi oleh pertanyaan mengenai hubungan Trump dengan Rusia dan adanya kabar yang belum diverifikasi mengenai upaya Rusia dalam mengumpulkan informasi yang merugikan baik mengenai Trump maupun Hillary Clinton.

Menjawab pertanyaan tersebut, Trump berbalik marah kepada Buzzfeed, yang merupakan website yang mempublikasikan serial memo sejak Selasa (9/1). Di sisi lain, dia memberikan penghargaan kepada situs-situs lain yang menolak memberitakan informasi tersebut meskipun telah diberitakan oleh Washington Post selama berbulan-bulan.

"Saya ingin berterimakasih kepada banyak organisasi berita di sini hari ini. Ini merupakan hal yang memalukan dan harus ditinggalkan. Semuanya adalah berita palsu. Hal itu hanya rumor, tidak terjadi dan didapatkan oleh para penentang kita," tegas Trump.

Badan Inteligen

Dia juga menilai, badan intelijen AS berada di balik dirilisnya memo dengan tujuan menjegal dirinya. Hal ini dilakukan setelah Trump merasa skeptis mengenai kesimpulan badan intelijen yang mengatakan Rusia berada di balik peretasan komputer Partai Demokrat dan bocornya email untuk mendongkrak kesempatannya menjadi presiden.

Trump menegaskan, dirinya tidak melakukan kesepakatan apapun dengan Rusia, termasuk pinjaman atau hubungan bisnis. Dia bilang, dia bahkan tidak mencemaskan jika Presiden Rusia Vladimir Putin lebih memilih dia ketimbang Clinton.

"Jika Putin menyukai Donald Trump, tebak kawan-kawan: ini dinamakan aset, bukan kelemahan," tegasnya.(Juft/Kontan)

Category: 

SCROLL KE BAWAH UNTUK MEMBACA BERITA LAINNYA


loading...

Related Terms



loading...

Baca juga


Loading...