18 November 2019

Amerika Tidak Setuju Konflik Israel-Palestina Dibawa Ke Pengadilan Internasional

Konfrontasi - Pengadilan Pidana Internasional (ICC) mulai memeriksa kemungkinan kejahatan perang di wilayah-wilayah Palestina, untuk membuka jalan terhadap kemungkinan tuduhan-tuduhan terhadap pihak Israel atau Palestina.

Dalam satu pernyataan Jumat (16/1), para jaksa mengatakan mereka akan memeriksa "dengan kebebasan penuh dan tidak memihak" kejahatan-kejahatan yang terjadi sejak 13 Juni tahun lalu. Ini memungkinkan pengadilan untuk menyelidiki perang yang terjadi antara Israel dan para petempur Hamas di Gaza pada Juli-Agustus 2014 yang menewaskan lebih dari 2.100 warga Palestina dan 73 warga Israel.

Departemen Luar Negeri Amerika Serikat mengatakan sangat tidak setuju dengan langkah itu. AS menyatakan Palestina bukan satu negara dan karena itu tidak memenuhi syarat untuk bergabung dalam ICC.

"Kami sangat tidak setuju dengan tindakan para jaksa ICC," kata juru bicara Deplu Jeff Rathke dalam satu pernyataan Jumat malam.

"Tempat untuk menyelesaikan sengketa-sengketa antara kedua pihak adalah melalui perundingan langsung, bukan tindakan sepihak oleh pihak lain."

Sekjen PBB Ban Ki-moon mengonfirmasikan bahwa Palestina secara resmi akan menjadi anggota ICC pada 1 April atas permintaan mereka, dan menjadi satu tindakan yang ditentang keras oleh Israel dan Amerika Serikat.

"Kasus itu kini berada ditangan pengadilan itu," kata Nabil Abuzaid, yang memimpin delegasi Palestina di Denhaag. "Itu adalah satu masalah hukum sekarang dan kami mempercayai sistem pengadilan itu." Para jaksa akan memeriksa bukti tuduhan kejahatan perang dan memutuskan apakah itu cukup gawat dan beskala pada tuntutan terhadap para individu pihak lain.

Pemeriksaan itu dicap oleh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sebagai "satu yang menyakitkan hati."

"Israel menolak pengumuman para jaksa ICC tentang pembukaan satu penyelidikan awal atas dasar permintaan oleh Otoritas Palestina," katanya dalam satu pernyataan tertulis.

"Otoritas Palestina bukan satu negara dan karena itu tidak memiliki tempat di pengadilan itu, juga menurut peraturaannya sendiri, untuk melakukan pemeriksaan kasus ini." ICC dikecam karena memusatkan pada kekejaman yang terjadi di Afrika dan tidak berhasil mengusut kasus-kasus berkaitan dengan konflik paling keras kepala di dunia.

Satu penyelidikan awal dapat membawa pada tuduhan kejahatan perang terhadap Israel, apakah berkaitan dengan perang Gaza baru-baru ini atau penjajahan 47 tahunnya atas Tepi Barat. Israel juga menduduki Gaza tahun 1967 sampai 2005. Palestina telah menetapkan dua wilayah itu menjadi bagian dari satu negara Palestina.

ICC, pengadilan kejahatan perang permanen pertama dunia adalah pengadilan usaha terakhir bagi 122 negara anggotanya, yang bertujuan menghukum mereka yang bertanggung jawab bagi tindak kejahatan paling kejam di mana pihak-pihak berwenang nasional tidak dapat atau tidak ingin bertindak. (rol)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...