20 May 2019

Aktivis Tiongkok dan Penyanyi AS Raih Penghargaan Amnesti Internasional

Konfrontasi - Amnesti Internasional memberikan penghargaan hak azasi manusia 2015 kepada artis kontemporer dan aktivis Tiongkok Ai Weiwei yang dikenal sebagai pembangkang sehingga dilarang meninggalkan Tiongkok setelah ditahan selama 81 hari pada 2011, serta penyanyi lagu rakyat AS, Joan Baez.

Duta Penghargaan Hati Nurani mengakui peran kedua tokoh tersebut yang dinilai telah memperlihatkan kepemimpinan untuk berjuang demi hak azasi manusia melalui kehidupan dan karya," demikian pernyataan Amnesti Internasional, Selasa (24/3).

Para pemenang sebelumnya, diantaranya adalah remaja Pakistan Malala Yousafzai, mantan pemimpin Afrika Selatan Nelson Mandela dan pemimpin oposisi Myanmar Aung San Suu Kyi.

"Melalui karyanya Ai Weiwei mengingatkan kita bahwa hak setiap individu untuk mengekspresikan diri harus dilindungi, bukan hanya demik masyarakat, tapi demi karya seni dan kemanusiaan," kata Sekjen Amnesti Internasional Salil Shetty dalam pernyataannya.

Shetty juga memuji Baez atas komitmennya yang sangat kuat dalam melancarkan protes secara damai demi kesetaraan hak azasi manusia.

Penghargaan tersebut akan diserahkan dalam sebuah acara di Berlin, Jerman pada 21 Mei mendatang.

Tapi artis Tiongkok Ai Weiwei hampir dipastikan tidak bisa menerima hadiah tersebut karena ia masih dalam pengawasan ketat pemerintah Tiongkok dan tidak diizinkan meninggalkan negaranya.

Weiwei menyatakan bahwa sulit untuk memprediksi dampak dari penghargaan tersebut di Tiongkok karena pemerintah negara tersebut "alergi dengan penghargaan seperti itu." Saat diwawancarai Reuters, Weiwei mendesak negara lain agar terus mengecam situasi sosial dan politik di Tiongkok.

Juru Bicara Kementrian Luar Negeri Tiongkok Hua Chunying mengatakan, pemerintah Tiongkok sudah sering menyatakan pendirian mereka soal kasus Weiwei.

Kemenlu Tiongkok sebelumnya juga pernah menyatakan bahwa Weiwei sedang dalam penyidikan pihak berwajib.

Pada 2011, Weiwei ditahan tanpa tuduhan jelas dan kemudian dijebloskan ke penjara, sehingga menimbulkan protes internasional.

Pengadilan kemudian menyatakan bahwa Weiwei harus membayar denda sebesar 2,4 juta dolar AS karena penggelapan pajak.

Atas keputusan pengadilan tersebut, Weiwei berulangkali menyatakan bahwa tuduhan tersebut mengada-ada dan hanya sebagai balasan atas kritikan pedasnya terhadap pemerintah.

Pada November 2013, artis yang memelihara janggut melancarkan protes atas larangan keluar negeri dengan meletakkan karangan bunga dalam keranjang sepeda diluar studio dan rumahnya di Beijing.

Ia berkicau di Twitter dengan menyatakan bahwa ia akan terus melakukan hal tersebut setiap hari sampai mendapatkan haknya untuk bepergian dengan bebas.

Sampai Selasa (24/3), adalah hari ke-480 ia melakukan protes dengan cara tersebut.(akl/ar)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...
Minggu, 19 May 2019 - 20:59
Minggu, 19 May 2019 - 20:58
Minggu, 19 May 2019 - 20:55
Minggu, 19 May 2019 - 20:51
Minggu, 19 May 2019 - 20:42
Minggu, 19 May 2019 - 20:35
Minggu, 19 May 2019 - 20:28
Minggu, 19 May 2019 - 20:24
Minggu, 19 May 2019 - 20:21
Minggu, 19 May 2019 - 20:12
Minggu, 19 May 2019 - 20:05
Minggu, 19 May 2019 - 19:54