19 August 2019

AS Ajak Pesta Negara yang Setuju Soal Yerusalem di Sidang Umum PBB

Konfrontasi - Duta besar Amerika Serikat untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Nikki Haley mengundang pesta beberapa negara yang tidak mendukung resolusi PBB untuk mengecam keputusan Presiden Donald Trump mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Situs berita NRG melaporkan, Haley memperpanjang undangan tersebut pada Kamis, beberapa jam setelah Majelis Umum PBB mengeluarkan sebuah resolusi yang mengecam pengakuan Trump pada 6 Desember atas Yerusalem sebagai ibu kota Israel

Dilansir dari Jerusalem Post, Minggu (24/12/2017), sembilan negara menentang resolusi tersebut, termasuk Israel, Amerika Serikat, Guatemala, Honduras dan Togo. Di antara negara yang abstain termasuk anggota Uni Eropa yaitu Polandia, Rumania, Hungaria, Republik Ceko, Kroasia dan Latvia. Negara Uni Eropa yang lain termasuk di antara 128 negara yang memilih mendukung resolusi.

Ini adalah kali ke-10 dalam sejarah PBB Majelis Umum mengadakan pemungutan suara untuk keadaan darurat. Dalam sidang yang digelar dua hari lalu itu ada 21 negara yang tidak memilih, termasuk Kenya, yang merupakan penerima bantuan AS terbesar kelima tahun lalu, Georgia dan Ukraina, yang semuanya memiliki hubungan dekat dengan Amerika Serikat.

Negara yang absen termasuk jarang terjadi dalam pemungutan suara darurat.

Sebelum pemungutan suara, Trump menulis di Twitter: "Kami melihat suara itu. Biarkan mereka memilih melawan kita, kita akan menghemat banyak. Kami tidak peduli."

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...