13 November 2018

15 Penumpang Bus Tewas oleh Serangan Boko Haram

Konfrontasi - Setidak-tidaknya 15 orang tewas dalam serangan gerilyawan Boko Haram atas bus di Kamerun utara, Sabtu kemarin.

Pada tahun lalu, Boko Haram, menewaskan ribuan orang dalam usahanya mendirikan kekhalifahan di Nigeria utara, yang memaksa Kamerun mengirim pasukan ke daerah utaranya itu.

"Para anggota Boko Haram Kamis menyerang satu bus yang membawa banyak penumpang dari Kousseri ke Maroua dan menewaskan 25 penumpang di tempat itu, kata seorang perwira senior dalam kesatuan reaksi cepat BIR yang dikirim ke daerah itu.

Perwira yang tidak bersedia namanya disebutkan itu mengatakan 10 orang lainnya luka parah dan dikhawatirkan tewas.

Maroua adalah ibu kota wilayah Far North, yang mengalami akibat paling buruk atas meluasnya konflik di Nigeria itu.

Pihak berwenang Kamerun tidak dapat dihubungi untuk diminta komentar mengenai serangan yang terjadi 1 Januari petang. Akan tetapi seorang pedagang lokal yang berpangkalan di daerah utara itu mengatakan para pelancong yang tiba dari kota Maroua mengonfirasikan insiden itu.

Foncha Ngeh, yang tinggal di Maroua mengatakan para pelancong mengemukakan kepadanya setidaknya 15 orang tewas dalam insiden itu tetapi lebih banyak yang cedera dan sedang dibawa ke Maroua untuk pengobatan.

Ngeh mengatakan ada sejumlah serangan lainnya di daerah itu, yang dilakukan kelompok garis keras Islam itu dan juga bandit-bandit yang menargetkan orang yang melakukan kunjungan dalam liburan denan banyak membawa uang.

Akhir bulan lalu, Kamerun telah meminta bantuan serangan udara untuk membantu pasukan yang dikepung para petempur Boko Haram yang sempat menduduki sebentar satu kamp militer setelah ratusan gerilyawan melancarkan serangan pada lima kota utara.

Serangan Boko Haram memaksa banyak warga Kamerun yang tinggal di sepanjang perbatasan yang rapuh itu meninggalkan daerah pertanian mereka, yang menimbulkan risiko kekurangan pangan di daerah yang setengah gersang negara itu. (cptr)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...